Suara.com - Produsen minuman dalam kemasan perlu serius memikirkan penggunaan plastik dalam penjualannya. Sebab, tidak sedikit sampah plastik yang akhirnya menumpuk yang berasal dari minuman kemasan.
Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut sampah plastik menyumbang 18 persen dalam total komposisi sampah tahun 2022. Inilah yang menjadi alasan Re.juve melaksanakan kampanye “Bring Back Your Empty Re.juve Bottle” yang telah dijalankan sejak tahun 2019. Melalui kampanye ini, konsumen diajak untuk mengembalikan botol Re.juve bekas ke gerai Re.juve terdekat agar kemudian disalurkan kepada bank sampah lokal untuk selanjutnya didaur ulang menjadi benda-benda yang bernilai ekonomi bagi masyarakat sekitar, salah satunya seperti peralatan rumah tangga ataupun dakron.
Tidak berhenti di situ, pada tahun 2020, Re.juve secara serentak mengganti semua kemasan botol plastik PET yang digunakan pada seluruh varian Re.juve menjadi 100% botol Recycled-PET (rPET) berstandar food grade, yang juga dapat didaur ulang kembali menjadi benda-benda bernilai ekonomi.
Richard Anthony, CEO & President Director Re.juve menjelaskan bahwa sejak berdiri pada tahun 2014, Re.juve memiliki misi yaitu ingin membantu lebih banyak orang untuk hidup lebih bahagia dengan mencukupi asupan nutrisi harian melalui produk makanan dan minuman yang lezat, sehat, dan jujur, sekaligus terus berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan melalui tiga (3) pilar: #GOODforYou, #GOODforSociety, #GOODforEarth.
“Terhitung sejak awal tahun 2020 hingga saat ini, sudah lebih dari 280 ton sampah plastik tambahan yang telah berhasil dicegah oleh Re.juve untuk berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), laut, serta tempat-tempat lainnya. Jumlah ini sama dengan sekitar 17,5 juta buah botol air minum dalam kemasan, sehingga melalui penggunaan rPET ini, saya yakin Re.juve dapat berkontribusi lebih lagi dalam mengurangi sampah plastik secara realistis,” ujar Richard, dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Mengingat besarnya dampak plastik terhadap lingkungan, Richard mengatakan kampanye ini merupakan bukti nyata yang secara realistis dapat dilakukan oleh Re.juve dalam misi Menuju 0 Sampah (Towards Zero Waste). Salah satunya adalah untuk pengurangan sampah plastik yang memang memiliki tingkat urgensi tinggi, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia.
"rPET dalam hal ini memiliki peranan penting untuk mencapai tujuan tersebut, semoga penggunaan rPET ke depannya dapat memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan kebijakan pemerintah dalam mengatasi sampah plastik, di antaranya seperti regulasi yang mewajibkan penggunaan recylcled plastic (rPET), serta semakin banyaknya fasilitas pengolahan sampah plastik yang memadai,” tutup Richard.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026
-
19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment
-
Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September