Suara.com - Baru-baru ini viral video seorang anak berambut pirang yang tampak memukuli beberapa siswi pesantren. Dalam video yang diunggah akun @autentic_media, memperlihatkan anak berambut pirang yang menarik kerudung hingga memukul kepala siswi pesantren itu.
“Anak pirang di Pontianak meresahkan melakukan perundungan kepada beberapa anak salah satunya anak pesantren yang sedang mondok,” tulis dalam caption video yang diunggah Minggu (18/6/2023)
Tidak hanya itu, dalam video lainnya, perempuan rambut pirang ini juga tampak memukul anak lainnya. Bahkan, ia menjambak hingga menendang kepada anak lainnya tersebut. Saat sudah diminta berhenti, anak berambut pirang ini justru tetap melanjutkan aksinya.
Video tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, apa yang dilakukan anak berambut pirang tersebut sudah keterlaluan.
Beberapa juga heran mengapa anak tersebut melakukan aksi tersebut padahal masih dinilai terlalu kecil. Namun, sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab anak melakukan kekerasan?
Psikolog Klinis & Co-Founder Ohana Space, Veronica Adesla, M.Psi., menjelaskan, perilaku anak sendiri sangat berpengaruh pada dua hal, yaitu bawaan dalam diri hingga lingkungan. Hal ini karena anak belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dialami.
“Anak-anak itu proses belajarnya itu dari nurture, artinya mereka belajar dari apa yang mereka lihat, dengar, alami atau faktor lingkungan. Selain itu, sikap anak ini juga dipengaruhi karena nature atau bawaan lahir yang diturunkan orang tuanya,” ungkap Veronica saat dihubungi Suara.com, Senin (19/6/2023).
Menurut Veronica, ketika anak melakukan kekerasan, ini bisa dilihat dari faktor lingkungannya. Mereka biasa menyaksikan orang lain melakukan kekerasan, atau bahkan dirinya sendiri menerima. Tidak hanya itu, anak juga bisa belajar melakukan kekerasan. Hal ini membuat anak melakukan hal serupa.
Kalau di lingkungan sosial apa yang dia lihat dilihat, didengar, atau perlakuan yang diterima dan diajarkan kepada dia akan memengaruhi sikapnya. Bahkan termasuk penggunaan gadget bisa memengaruhi anak lakukan kekerasan,” jelas Veronica.
Baca Juga: Dituding Hamil Duluan, Puput Beri Bantahan: Sudah Pacaran Satu Tahun, Baru Menikah
“Ketika di sekelilingnya melakukan kekerasan verbal atau fisik, sering marah, bentak atau mukul ini bisa dicontoh olehnya,” sambungnya
Oleh sebab itu, penting bagi orang tua mencegah anak dari berbagai tindakan atau perilaku kekerasan anak. Orang tua harus melakukan pendampingan menggunakan gadget, arahkan hal baik dan buruk kepada anak, serta komunikasi yang terus terjalin.
Jelaskan kepada anak kalau kekerasan merupakan tindakan buruk yang tidak baik dilakukan. Pasalnya, kalau anak melakukan hal itu, akan ada konsekuensi yang harus diterimanya.
Anak itu dalam kondisi yang belum bisa memutuskan mana yang baik dan buruk kalau tidak ada pendampingan dan edukasi orang tua. Maka kita menyerahkan anak dididik gadget yang informasinya enggak jelas. Orang tua harus arahkan apa yang dialami, dilihat, didengar. Jadi orang tua harus kasih tau nih butuh komunikasi dua arah,” jelas Veronica.
Tidak hanya itu, Veronica menjelaskan, ketIka anak marah, orang tua juga harus bisa arahkan cara mengekspresikan dengan baik. Sampaikan kepada anak, kalau melakukan kekerasan bukan cara baik untuk mengekspresikan marah yang baik.
“Kalau anak marah bukan berarti harus memukul, menjambak, orang tua ajarkan kalau anak harus expresikan marah dengan cara yang lain. Anak bisa tinggalkan situasi hingga suasana menjadi lebih tenang. Ajarkan juga anak untuk selalu cerita kepada orang yang bisa dipercaya atau orang tua dalam masalah yang dihadapinya,” pungkas Veronica.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring
-
Rahasia Skin Prep Jennifer Coppen Jelang Pernikahan, Kulit Glowing dari Siraman hingga Resepsi
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Parfum Aroma Gourmand Itu Seperti Apa? Ini 3 Rekomendasi Produk yang Wanginya Awet
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
6 Shio Paling Beruntung Pada 14 Juni 2026, Temukan Peluang Baru di Akhir Pekan Ini
-
3 Zodiak yang Bakal Dapat Keberuntungan Luar Biasa di Pekan 15-21 Juni 2026
-
Bibir Kering Pakai Lipstik Ombre? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal dengan Hasil Plumpy