Suara.com - Sport bra biasanya digunakan saat wanita olahraga. Pertanyaanya, boleh nggak sih pakai sport bra saat tidur malam?
Sport bra kerap digunakan perempuan agar lebih nyaman saat melakukan aktivitas fisik, seperti berlari, bersepeda, aerobik, senam, atau melakukan olahraga boxing. Sport bra umumnya lebih ketat dari bra pada umumnya yang mudah dibuka, atau seperti lingerie yang kerap lebih tipis dan longgar.
Melansir Real Simple, Jumat (30/6/2023) menggunakan bra waktu tidur tidak ada alasan kesehatan yang perlu ditakuti, tapi lebih pada kenyamanan berbeda tiap perempuan, ada yang lebih nyaman tanpa bra dan begitu juga sebaliknya.
Tapi yang perlu diketahui jika pilih pakai bra, pastikan bukan yang terlalu ketat dan membatasi tubuh untuk rileks saat beristirahat.
Inilah sebabnya sport bra tidak disarankan saat tidur. Ini karena sport bra umumnya berbentuk bra kompresi, yang bila dikenakan dalam waktu lama bisa menekan sistem limfatik yang tidak menyehatkan payudara dan tubuh.
Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh, terutama antar kelenjar limfa.
Apalagi jika gerakan tidurnya keliru, bisa menyebabkan ketidaknyamanan saat tidur, bahkan tidak jarang dada jadi nyeri.
Selain itu, mengenakan pakain ketat dalam waktu lama juga bisa meningkatkan iritasi kulit seperti ruam, berjerawat, hingga infeksi jamur.
"Jadi baiknya menghindari baju terlalu kecil atau terlalu membatasi pergerakan," ungkap Ahli Bedah Plastik Bersertifikat, John Paul Tutela, MD.
Baca Juga: Viral Penumpang Lion Air Sesak Napas dan Mandi Keringat Dalam Pesawat
Meski begitu, sport bra saat tidur tetap diperbolehkan selama digunakan dengan kuncian yang lebih longgar di malam hari, sehingga tidak terlalu ketat.
Apalagi menggunakan lapisan ekstra saat tidur tidak akan membuat payudara lebih bagus, atau mencegah payudara kendur.
Adapun jika ingin menggunakan bra saat tidur, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal berikut ini:
1. Gunakan yang Nyaman
Alih-alih menggunakan pakaian dalam bagus atau desain keran, sebaiknya utamakan kenyamanan. Caranya dengan memilih desain sederhana, minim penyangga, kain lembut, dan tanpa kawat.
2. Perhatikan Cara Pakai
Berita Terkait
-
Desmond J Mahesa Alami Sesak Napas Sebelum Meninggal, Ini Tanda Harus Segera ke Dokter!
-
Pemeran Koh Ahong di Sinetron Di Doel Anak Sekolah Meninggal Dunia, Sempat Koma dan Harus Bolak Balik Berobat ke RS
-
Keringat Dingin dan Napas Megap-Megap Bisa Jadi Tanda Serangan Jantung, Ini Pertolongan Pertamanya!
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Harga BBM Hari Ini Semua SPBU: Pertamina, BP, Shell dan Vivo
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini 31 Maret 2026, Waspada Hujan Tak Menentu Dalam Hitungan Jam
-
6 Shio Beruntung 31 Maret 2026: Buang Hal Tak Penting agar Rezeki Lancar
-
Perbedaan Compact Powder dan Two Way Cake: Mana yang Cocok untuk Kulit Anda?
-
Bukan Sekadar Rumah: Mengapa Fasilitas Komunitas Jadi Kriteria Utama Keluarga Urban Saat Ini?
-
Bukan Karena Pasangan atau Idola, Ini Motif Utama Orang Pilih Operasi Plastik
-
5 Treatment Klinik Kecantikan untuk Mengatasi Flek Hitam di Usia 40 Tahun
-
Fenomena Pink Moon Bukan Bulan Berwarna Merah Muda, Simak Faktanya!
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering agar Tetap Berkilau di Usia 35 Tahun
-
5 Bedak Tabur Emina Ampuh Kontrol Minyak Berlebih, Cocok untuk Kulit Berminyak