Lifestyle / Male
Jum'at, 07 Juli 2023 | 20:39 WIB
disfungsi ereksi bisakah disembuhkan? (shutterstock)

Suara.com - Banyak suami yang loyo di ranjang sebelum bisa puaskan istri saat berhubungan seks sehingga merasakan kecewa. Pertanyaanya, bisakah disfungsi ereksi disembuhkan?

Disfungsi ereksi adalah kondisi alat kelamin lelaki mengalami gangguan, sehingga Mr P alias penis tidak bisa ereksi ereksi atau tidak dapat mempertahankan ereksi untuk mendapatkan hubungan intim yang memuaskan.

Dijelaskan Dokter Spesialis Urologi Eka Hospital BSD, dr. Dyandra Parikesit, BMedSc., Sp.U, FICS tingkat keparahan disfungsi ereksi bisa dimulai gangguan minimal ereksi hingga tidak bisa ereksi sama sekali.

"Pada kasus ini, kebanyakan pria merasa malu untuk memeriksakan diri dan menimbulkan banyak masalah mulai dari kehidupan seksual hingga kesehatan mental. Padahal penyakit ini semakin berisiko dialami saat bertambah usia," ujar dr. Dyandra melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (7/7/2023).

disfungsi ereksi. (shutterstock)

Tapi dr. Dyandra meminta para suami tetap tenang, karena disfungsi ereksi bisa disembuhkan dan diobati bergantung penyebab dan masalah utamanya.

"Ada beberapa obat-obatan serta terapi lain yang mungkin bisa Anda lakukan, tergantung dari permasalahan utama yang menyebabkan disfungsi ereksi tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, sebelum dokter mengobati, kondisi akan lebih dulu diidentifikasi dengan melakukan pemeriksaan. Selanjutnya baru dokter akan menanyakan apa saja obat yang dikonsumsi, dan bagaimana pola hidup yang dijalani.

Selanjutnya kata dr. Dyandra barulah dokter meresepkan obat, suntikan atau terapi seperti terapi hormon, suntikan langsung ke Mr P, terapi Extracorporeal Shock Wave Therapy (ESWT), suntikan intrakavernosa, hingga penggunaan alat bantu pompa vakum ereksi.

"Dokter juga dapat merekomendasikan untuk melakukan sesi terapi dengan psikolog jika dirasa gangguan disfungsi ereksi disebabkan karena masalah mental," jelas dr. Dyandra.

Baca Juga: Mr P Bengkok, Kapan Harus Diwaspadai dan Perlu Pengobatan?

Tapi jika kondisi pasien dirasa sudah sangat parah, karena dibarengi dengan darah tinggi dan diabetes, maka penanganan bisa lebih rumit dan mendetail.

Adapun beberapa penyebab disfungsi ereksi yaitu stres, kelelahan, gangguan hormon, masalah pembuluh darah, obesitas, kurang olahraga, merokok, minum alkohol, hingga riwayat penyakit tertentu.

Tapi dr. Dyandra meminta pasien tetap tenang karena disfungsi ereksi yang hanya sesekali tidak berbahaya, tapi jika sudah lama terjadi dan tidak kunjung normal, bisa jadi tanda penyakit seperti darah tinggi, diabetes, sumbatan pembuluh darah, kanker hingga gangguan mental kronis.

Tapi kendala penanganan disfungsi ereksi, masih banyak lelaki yang enggan menceritakan kondisi yang dialami atau bahkan tidak mau melakukan pemeriksaan.

"Ini dikarenakan masalah gangguan reproduksi seringkali dipandang sebelah mata, dan kerap menyebabkan rasa malu pada pengidapnya, hingga akhirnya mereka menyembunyikan gangguan tersebut," tutup dr. Dyandra.

Load More