3. Mempengaruhi harga diri seseorang
Ketika orang menerima pesan dan gambar yang tidak diinginkan yang mengirim mereka ke dalam spiral emosional, harga diri mereka bisa sangat menderita. Hal ini dapat mencegah mereka memiliki hubungan yang positif dengan orang lain dan dapat mempersulit mereka untuk merasa terhubung dengan orang lain.
4. Dapat menyebabkan kebingungan dalam suatu hubungan
Ketika pasangan terlibat dalam perilaku sexting, itu bisa membingungkan keduanya. Mereka mungkin tidak mengerti apa yang diinginkan orang lain dari mereka atau apa yang dapat mereka terima dalam interaksi seksual.
Ini bisa membuat mereka berdua frustrasi, dan terkadang bisa menyebabkan mereka berhenti berkomunikasi satu sama lain sepenuhnya.
5. Itu bisa membuat hubungan tegang
Ketika orang terlibat dalam perilaku sexting, hal itu dapat merusak hubungan mereka dengan orang lain dan harga diri mereka sendiri. Mereka mungkin merasa dimanfaatkan oleh pasangan romantis mereka, dan mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak dapat sepenuhnya mengekspresikan diri mereka secara seksual karena keinginan pasangan mereka.
6. Dapat menimbulkan perasaan dikhianati
Saat orang terlibat dalam perilaku sexting nyata, hal itu bisa menimbulkan perasaan dikhianati. Perasaan ini sangat kuat dalam hubungan monogami karena terkadang mereka merasa seperti orang lain mengkhianati mereka dengan cara tertentu.
Baca Juga: Terungkap! Ini Alasan Natalie Holscher Putuskan Lepas Hijab, Bukan Soal Cuan, tapi...
Mereka dapat mulai merasa tidak aman dalam hubungan ini, dan mungkin mulai mempertanyakan apakah mereka harus terus berada di dalamnya atau tidak.
7. Dapat merusak reputasi seseorang
Ketika seseorang terlibat dalam hubungan seksual dengan seseorang yang tidak seharusnya mereka ajak berhubungan seks, akibatnya reputasi mereka bisa rusak.
Ini bisa sangat sulit bagi orang-orang yang berada di mata publik karena mereka harus berurusan dengan perhatian negatif yang muncul bersamaan dengan situasi seperti ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli