Suara.com - Seorang pria asal Bandung bernama Agung Gilang ditangkap polisi usai merekam video 5 menit 26 detik yang berisi sejumlah wanita ganti baju. Termasuk kelainan seks voyeurisme apa tidak sih?
Melansir Suarajabar.id -- jaringan Suara.com -- Agung Gilang melakukan aksi bejatnya di sebuah toko. Dikutip dari unggahan @Bandungterkini, Agung merekam korban yang akan menutup toko tempatnya bekerja. Pelaku Agung Gilang kemudian masuk ke dalam gudang tempat ganti baju karyawan toko tersebut dan menaruh ponsel miliknya.
Korban lantas memeriksa ponsel tersebut dan menemukan video yang berdurasi 5 menit 26 detik. Korban pun tak terima dan pelaku Agung Gilang berhasil ditangkap. Agung kemudian membuat video permintaan maaf kepada korban.
Aksi bejat Agung Gilang membuat pembahasan soal kesenangan mengintip alias voyeurisme kembali viral. Apakah voyeurisme termasuk kelainan seks?
Gangguan voyeurisme adalah salah satu masalah mental yang melibatkan tindakan mendapatkan kenikmatan seksual melalui cara-cara yang tidak sesuai dengan persetujuan orang lain. Aktivitas ini mencakup menonton atau merekam seseorang dalam situasi pribadi mereka. Jika pihak yang diamati tidak menyetujui atau tidak menyadari hal ini, maka tindakan tersebut menjadi tidak pantas dan salah. Orang yang melakukan tindakan voyeurisme disebut sebagai "voyeur".
Penting untuk memahami bahwa voyeurisme menjadi masalah serius ketika seseorang melampaui batas hak privasi orang lain atau jika mereka tidak dapat mengendalikan dorongan untuk melakukan tindakan ini.
Contoh-contoh perilaku voyeurisme yang tidak pantas antara lain:
- Mengintip seseorang di rumah mereka, di ruang ganti, atau tempat lain yang seharusnya menjadi privat.
- Merasa senang dan terangsang dengan cara menyaksikan orang melakukan aktivitas seksual tanpa persetujuan mereka.
- Merekam atau memotret orang lain tanpa izin mereka.
- Memasuki area tertentu secara ilegal hanya untuk mengawasi orang.
- Mengalami perasaan frustrasi atau stres ketika tidak dapat melakukan perilaku voyeuristik ini.
- Merasa bersalah setelah melakukan tindakan tersebut.
- Tidak dapat merasa terangsang secara seksual kecuali dengan melihat orang lain.
- Tidak dapat menolak dorongan untuk melakukan voyeurisme, bahkan jika itu merugikan kesehatan dan kehidupan mereka.
Jika seseorang mengalami gangguan voyeurisme, penting bagi mereka untuk mencari bantuan dari ahli kesehatan mental. Diagnosis akan dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa hal, termasuk:
- Memiliki keinginan yang kuat dan berulang untuk menyaksikan orang lain, termasuk situasi seksual, tanpa persetujuan mereka.
- Mengalami dorongan ini selama lebih dari enam bulan.
- Merasa bahwa dorongan ini mengganggu kehidupan sosial atau profesional mereka.
- Namun, penting untuk diingat bahwa gangguan voyeurisme tidak diterapkan pada anak-anak atau remaja. Rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap tubuh serta aktivitas seksual orang lain adalah hal yang normal dalam tahap pertumbuhan.
Seperti gangguan kesehatan mental lainnya, gangguan voyeurisme dapat diobati. Penting untuk mengenali kapan Anda membutuhkan bantuan, meskipun mungkin sulit bagi mereka yang mengalami gangguan ini untuk mengakui kebutuhan tersebut.
Baca Juga: MA Dilecehkan, Pinkan Mambo Malah Ancam Sebar Berita Bohong dan Laporkan Putrinya ke Polisi
Orang-orang terdekat seperti orang tua, pasangan, teman, atau otoritas hukum bisa menjadi orang pertama yang merekomendasikan pengobatan. Terapis dapat membantu individu dengan gangguan voyeurisme untuk mendapatkan kendali atas kehidupan mereka dengan cara:
- Mengembangkan kontrol diri dan keinginan impulsif.
- Mencari cara alternatif untuk mengalihkan gairah dan rasa ingin tahu mereka.
- Mengatasi pola pikir negatif yang mungkin mempengaruhi perilaku mereka.
- Mengidentifikasi lokasi atau situasi yang bisa memicu perilaku voyeuristik mereka, sehingga dapat dihindari.
Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan yang memadai, orang yang mengalami gangguan voyeurisme memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan mengatasi masalah mental ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
Terkini
-
Perbedaan Mencolok Hampers Jokowi dan Prabowo: Camilan Tradisional vs Bahan Dapur
-
25 Ucapan Idul Fitri 2026 Paling Menyentuh Hati untuk Orang Tua dan Mertua
-
9 Ucapan Lebaran 2026 Bahasa Inggris Lengkap dengan Arti: Bikin Keluarga dan Sahabat Terpukau
-
BCA Cabang Mana Saja yang Tetap Buka Tanggal 18 dan 24 Maret 2026? Ini Daftarnya
-
Hukum Mandi Sebelum Salat Id: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Promo Bahan Baku Bikin Opor dan Nastar di Alfamart Persiapan Lebaran 2026
-
Salat Id Lebih Utama di Masjid atau Lapangan? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Dengan QRIS Tap di BRImo, Kini Naik Transjakarta Jadi Makin Mudah
-
Mudik Tanpa Emosi: Tips Jaga Kepala Tetap Dingin Selama Perjalanan Lebaran
-
Cara Sopan Memberikan THR kepada Saudara yang Lebih Tua, Anti Canggung