Suara.com - Kabar kedekatan antara Fujianti Utami alias Fuji dengan Asnawi Mangkualam menjadi sorotan, termasuk oleh sang ayah, Haji Faisal. Saat diwawancarai, Haji Faisal mengaku, dirinya masih belum bisa memberi persetujuan jika keduanya memang menjalin hubungan.
Menurut Haji Faisal, dirinya harus mengenal lebih jauh terlebih dahulu kekasih anaknya itu. Selain itu, Haji Faisal juga terang-terangan kalau ia berharap yang menjadi pasangan Fuji adalah pria satu profesi dengan putrinya itu.
"Yang pertama sekali, orangnya saya nggak kenal. Kalau bertanya ke saya, saya harus tahu orangnya, latar belakangnya. Banyak hal lah. Dan saya terus terang saja, kalau kalian nanya ke saya, saya inginnya satu profesi, " ujar Haji Faisal dalam video wawancara yang diunggah akun @lambe__danu di Instagram pada Senin (11/9/2023).
Oleh sebab itu, ia belum sepenuhnya setuju karena pekerjaan Asnawi Mangkualam sendiri adalah pesepak bola. Sementara Haji Faisal berharap, putrinya memiliki kekasih satu profesi dengannya. Namun, ia tetap memberikan keputusan akhir kepada Fuji siapa yang jadi pasangannya.
"Mau saya beda-beda dikitlah, tapi kan keputusan di anak. Cuma kalau mau saya begitu, harapan saya gitu (satu profesi)," sambungnya.
Terkait orang tua dalam hubungan anak sendiri memang tidak bisa memaksa. Mengutip NU Online, peran orang tua dalam anak menemukan pasangannya ini hanya sekadar memberi nasihat dan mengarahkan.
“Islam menyamaratakan laki-laki dan wanita dalam menentukan hak pilih keduanya pada yang lain (pasangannya-calon suaminya). Dan, (Islam) tidak memberikan otoritas pemaksaan bagi kedua orang tua atas keduanya (laki-laki dan perempuan). Oleh karenanya, hak orang tua dalam menikahkan anaknya sebatas memberi nasihat, mengarahkan, dan menunjukkan, dan tidak boleh baginya untuk memaksa anaknya (menikah dengan orang tertentu), baik laki-laki maupun perempuan.” (Syekh Ali Jumah, al-Bayan lima Yusghilu al-Azhan, [Darul Maqattham: 2009], halaman 67).
Bahkan, dalam pendapat al-Imam al-Faqih Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad ibn Muflih al-Muqdisi, dalam kitabnya dijelaskan kalau orang tua tidak memiliki hak sama sekali menentukan jodoh anak. Bahkan, jika anak memilih jodoh yang tak sesuai keinginan orang tuanya, maka mereka tidak durhaka.
“Tidak ada hak bagi salah satu orang tua untuk menentukan calon (suami/istri) yang tidak diinginkan anaknya. Sungguh, jika ia menolak maka ia tidak termasuk durhaka.” (Ibnu Muflih, al-Adabus Syar’iyah wa al-Minah al-Mar’iyah, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah: 1999 M\1419 H], juz II, halaman 55).
Baca Juga: Fuji Diduga Tak Direstui Bareng Asnawi, Keputusan Haji Faisal Disorot: Intinya Harus Banyak Duit
Oleh sebab itu, para orang tua tidak bisa memaksakan pasangan anak sesuai keinginannya. Pasalnya, anak bebas menentukan siapa yang ingin dijadikan pasangannya. Sementara orang tua hanya sebatas memberikan nasihat dan mengarahkan anaknya saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan