Suara.com - Otak anak mengalami tumbuh kembang yang sangat pesat selama lima tahun pertama usianya. Oleh sebab itu, orang tua sebaiknya memberikan stimulasi serta supan nutrisi seimbang yang dibutuhkan anak selama usia tersebut.
Tujuannya, agar anak mencapai kemampuan sesuai usianya serta mengalami tumbuh kembang otak yang optimal dan cerdas. Psikolog Klinis Anak dan Keluarga Anna Surti Ariani mengatakan bahwa petumbuhan otak anak selama lima tahun pertama itu tidak bisa diulang, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Kalau bicara psikologi perkembangan itu ada tiga aspek. Yaitu, aspek perkembangan fisik - motorik, kognitif - bahasa, dan emosi - sosial," jelasnya saat konferensi pers Festival Anak Generasi Maju bersama SGM Eksplor di Bekasi, Minggu (1/10/2023).
Tanda anak mengalami tumbuh kembang otak yang optimal bisa terlihat dari tiga karakter dasar, lanjut psikolog yang akrab disapa Nina tersebut. Berikut ketiga karakter yang dimaksud.
1. Anak mampu berpikir dengan cepat
Kemampuan anak berpikir cepat perlu dilatih bertahap. Anak harus mampu memahami apa yang dilihat, didengar, maupun disentuhnya terlebih dahulu. Juga telah bisa fokus dan berkonsentrasi dengan jalan baik.
"Kalau bisa fokus, konsentrasi baru mulai memahami. Kalau udah memahami akan menalar dulu. Membandingkan dengan informasi yang pernah diterima sebelumnya. Setelah itu, baru dia bisa menjawab, itu proses panjang. Jadi berpikir cepat butuh stimualsi," jelas Nina.
2. Anak berani untuk maju
Bukan sekadar berani, tetapi anak juga mampu memiliki tujuan yang ingin dia lakukan. Sikap berani itu muncul karena adanya motivasi. Untuk mengetahui motivasi tersebut, anak perlu tahu siapa dirinya dan mengenal emosinya. Oleh sebab itu, Nina mengatakan kalau karakter tersebut juga butuh proses panjang untuk dilakukan.
Baca Juga: Jessica Wongso Anak Siapa? Ini Orang Tua Tersangka Kopi Sianida yang Jarang Disorot
3. Anak sehat fisik dan mental kuat
Fisik dan mental menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Nina berpesan agar anak diajarkan hidup sehat sejak dini juga diajarkan untuk mulai mengelola emosi.
Untuk mencapai tiga karakter tersebut, Nina mengatakan bahwa stimulasi bisa dilakukan sambil anak bermain. Itu sebabnya, Festival Anak Generasi Maju bersama SGM Eksplor di Bekasi menyediakan sejumlah permainan anak yang telah dirancang bisa menstimulasi otaknya.
“Beragam permainan stimulasi dalam Festival Anak Generasi Maju dapat mengasah kemampuan si Kecil dengan cara yang menyenangkan. Misalnya, pada Area Kendali Pesawat, kemampuan berpikir cepat si Kecil dapat diasah dengan menyusun balok bertingkat, menyusun potongan puzzle dan permainan digital mencocokkan bentuk dan pola pesawat," tutur Nina.
"Selanjutnya, permainan di Area Terbang dapat membuat si Kecil lebih berani setelah ditantang menjelajah labirin dan mengumpulkan kepingan nutrisi IronC. Di Area Latihan Pilot, kekuatan fisik juga mental si kecil diasah melalui mendaki panjat tebing sederhana serta melewati jembatan kanopi, hingga akhirnya ditantang mengelompokkan bola nutrisi setelah meluncur di perosotan," tambah Nina.
Brand Manager SGM Eksplor Amir Aziz juga menyampaikan kalau sejumlah permaianan itu dirancang bersama para ahli. Sehingga dipastikan memang bermanfaat untuk stimulasi otak anak.
"Di Festival Anak Generasi Maju, kami menyediakan area permainan yang dirancang bersama ahli untuk menstimulasi anak agar memiliki tiga karakter tersebut," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123