Suara.com - Aktor utama pembunuhan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso menggandeng sosok pengacara kondang Otto Hasibuan kala disidang terkait kasus kopi sianida.
Berkat fakta tersebut, publik mulai menduga-duga bahwa ayah Jessica Wongso merupakan seorang konglomerat kaya raya. Pasalnya, bayaran Otto Hasibuan tak sedikit jumlahnya, lantaran sang pengacara memiliki rekam jejak yang mentereng.
Adapun nama Jessica Wongso kini mendadak kembali melejit berkat dirilisnya dokumenter kasus pembunuhan Mirna Salihin karya Netflix yang bertajuk Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso.
Usut punya usut, ayah Jessica Wongso bukan seorang konglomerat sebagaimana yang diduga oleh masyarakat.
Lantas, dari mana sumber kekayaan ayah Jessica Wongso?
Ayah Jessica Wongso cuma agen plastik, sering sakit-sakitan
Jessica Wongso adalah putri dari pasangan Winardi Wongso dan Imelda Wongso.
Imelda Wongso kini harus menampik fakta bahwa suaminya adalah seorang pengusaha tajir melintir. Imelda sempat mengungkap bahwa Winardi bukan seorang pebisnis besar. Winardi ternyata hanya berprofesi sebagai agen plastik.
"Itu gak bener (soal keluarganya yang konglomerat)," sebut Imelda saat ditanyai kebenaran soal keluarganya tersebut.
Baca Juga: Ahli Toksikologi Bingung, Bagaimana Metode Penentuan Kadar Sianida Kopi Mirna sampai 7.400 Mg?
Winardi juga tak memiliki pabrik plastik seperti sayng diasumsikan oleh publik.
"Kita orang (keluarga Jessica) itu bukan punya pabrik, kita orang itu agen plastik. Yang produksi bukan kita, kita cuma agen. Jadi pabriknya ada bahan apa kita gak tau," ungkap Imelda lagi.
Selain itu, Winardi juga harus banting tulang untuk menafkahi keluarganya. Bahkan, Winardi juga sempat mengalami penyakit yang membuatnya harus menahan stres kerja.
Sebelum kasus dan menjelang kasus Jessica bergulir, Winardi sempat menempuh operasi kepala atas penyakit yang ia derita.
Berkaca dari fakta-fakta yang diungkap oleh Imelda, sumber kekayaan ayah Jessica Wongso hanya berupa bayaran terhadap kerjanya sebagai agen plastik.
Menilik bayaran Otto Hasibuan
Berita Terkait
-
Ahli Toksikologi Bingung, Bagaimana Metode Penentuan Kadar Sianida Kopi Mirna sampai 7.400 Mg?
-
Ngaku Pernah Bertemu Ayah Mirna Bahas Pembunuhan, Jawaban Janggal Pegawai Olivier Disorot
-
Biodata dan Profil Kisworo, Hakim Pemvonis Jessica Wongso 20 Tahun Penjara Meski Bukti Tak Kuat
-
Ahli Bongkar Mirna Salihin Tak Tewas karena Sianida: Kadarnya Cuma 0,2 Mg
-
Selain Kopi Sianida Jessica Wongso, Ini 3 Kasus Besar yang Ditangani Krishna Murti
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi