Lifestyle / Male
Selasa, 10 Oktober 2023 | 19:46 WIB
Pelajar SMK berinisial MA (16) menderita luka bakar di wajah dan tangan usai disiram air keras oleh pelajar lain di Jalan Pisangan Lama III, Pulogadung, Jakarta Timur, pada Rabu (9/8/2023) sore. [Instagram]

Suara.com - Polisi baru saja menangkap pelajar SMK berinisial MY (18) yang menyiramkan air keras ke pelajar SMK lain yakni DH (18).

MY mengaku membeli bahan kimia tersebut dari kawasan Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim) dengan menggunakan uang jajan.

Berdasarkan pengakuan MY, ia mengatakan kepada penjual bahwa ia membeli air keras untuk membersihkan karat pada besi. Seperti diketahui bahwa pembelian bahan kimia seperti air keras seharusnya melalui prosedur yang ketat.

Lantas, seperti apakah kronologi dan profil MY, siswa SMK yang siram teman dengan air keras di Jakarta Utara? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Kronologi Kejadian

Mulanya, korban bersama dengan seorang temannya dalam perjalanan pulang sekolah berboncengan menggunakan motor. Keduanya kemudian berpapasan dengan kelompok pelaku dengan jumlah lima sepeda motor.

Saat kejadian, tidak ada cekcok yang terjadi di antara kedua kelompok. Namun, MY tiba-tiba menyiramkan air keras yang sudah disiapkan menggunakan botol ke wajah korban.

Setelah kejadian, kelompok pelaku memacu sepeda motor mereka dan melarikan diri. Sedangkan korban hanya bisa menahan rasa sakit dengan memegangi bagian wajah karena kulitnya melepuh.

Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Segera Tayang, My Dearest Season 2 Tampilkan Kisah Cinta Lebih Menarik

Profil MY

Belum ada informasi terkait dengan profil dari MY, tetapi diketahui ia berusia 18 tahun. MY telah mempersiapkan air keras jenis hidrogen klorida (HCI) tersebut sejak hari Minggu (24/9/2023) malam.

Pelaku menyimpan air keras tersebut di kawasan Bendungan Pintu Air, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Lalu, air keras tersebut diambil oleh tiga rekan MY, yakni MYS (18), DF (17), dan MSH (17) pada hari kejadian penyiraman air keras, tepatnya pada Rabu (27/9/2023).

Air  keras itu diambil setelah MY terlibat baku hantam dengan pelajar SMK lain yang berkendara di jalanan kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

MY kemudian menyiramkan air keras tersebut ke arah wajah DH, salah satu anggota lawannya, pada saat kedua kelompok itu kembali bertemu kembali di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.

Load More