Suara.com - Agresi Israel ke Palestina hingga kini masih menjadi sorotan masyarakat. Bahkan, tindakan yang dilakukan Israel tersebut menuai banyak kecaman tidak hanya masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia.
Banyak berbagai konten kecaman serta suara untuk mendukung Palestina penuh di media sosial. Namun, bukan konten yang dibuat, terdapat juga ajakan boikot berbagai produk dari Amerika Serikat dan Israel, seperti Starbucks.
Ancaman boikot produk Amerika Serikat ini dikarenakan negara tersebut justru mendukung Israel. Bahkan, Amerika Serikat disebut mendanai Israel. Oleh sebab itu, Starbucks sendiri menjadi salah satu yang diboikot produknya demi mendukung Palestina.
Hal ini rupanya dilakukan masyarakat Indonesia. Beberapa masyarakat Indonesia mulai melakukan boikot kepada beberapa produk termasuk Starbucks. Lantas bagaimana ajakan boikot produk tersebut terhadap Starbucks di Indonesia.
Tim Suara.com berusaha untuk mengunjungi salah satu gerai Starbucks di sebuah mall di Depok, Senin (20/10/2023). Saat dikunjungi, dari luar terlihat gerai Starbucks ini tampak sepi. Hanya ada beberapa orang yang menduduki kursi luar. Bahkan, gerai yang biasanya ramai terlihat sepi dari biasanya.
Namun, ketika mencoba masuk ke dalam, rupanya tetap banyak pengunjung yang datang ke gerai kopi asal Amerika Serikat ini. Bahkan, hampir setiap bangku di bagian dalam terisi penuh oleh para pembeli.
Di dalam gerai, terdapat beberapa anak sekolah, kuliahan, serta para pekerja. Beberapa juga tampak fokus membuka laptop dengan pekerjaannya. Hal ini memperlihatkan kalau dari seruan boikot Starbucks tersebut, beberapa pengunjung tetap menjadikan gerai kopi ini untuk tempat bekerja atau kumpul bersama teman.
Beberapa pelayan yang bekerja juga tampak terus mengantarkan minuman kepada pelanggan sehingga memperlihatkan gerai yang tetap ramai.
Tim Suara.com mencoba bertanya kepada pelanggan yang datang ke gerai. Saat ditanya, ada pelanggan yang merasa kalau Starbuck memiliki tempat yang nyaman dan sepi untuk bekerja. Di sisi lain, ada yang mengaku tidak mengikuti kasus Israel dan Palestina sehingga tidak mengetahui masalah boikot produk.
Baca Juga: 130 Bayi Baru Lahir di Gaza Palestina Menanti Kematian Karena Keterbatasan Listrik
“Kalau saya ke sini karena nyaman aja sih, sepi enggak berisik dibandingkan yang lain jadi tetep ke sini kalau kerja,” ucap Ryan Fendi.
“Aku enggak ngikutin kasusnya, enggak tahu kalau boikot gitu. Cuma tahu Palestina dibom gitu aja sih,” kata AT.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan
-
6 Shio yang Diprediksi Hoki dan Mendapat Keberuntungan Finansial pada 24 Maret 2026
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini
-
Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu
-
5 Tips Agar Opor Ayam Tidak Cepat Basi untuk Stok Hidangan Keluarga
-
Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa
-
Hindari Macet, Kapan Waktu Terbaik Berangkat Arus Balik agar Sampai di Jakarta Pagi Hari?
-
Promo Superindo Terbaru 24 Maret: Susu, Frozen Food, dan Aneka Isi Kulkas Diskon hingga 35 Persen
-
5 Minuman untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami Setelah Lebaran
-
4 Zodiak Paling Berkilau dan Banjir Rezeki di 24 Maret 2026