Suara.com - Menjelang Pilpres situasi politik di Indonesia kian memanas. Apalagi saat ketiga capres sudah resmi mendeklarasikan pasangan cawapresnya. Siapa sangka kalau ketiga berlomba-lomba menggandeng paslon yang juga behasil bikin heboh publik.
Selain berlomba-lomba menampilkan cawapres terbaiknya. Ketiganya juga turut menebarkan janji-janji manisnya untuk memikat hati masyarakat Indonesia.
Janji-janji manis para paslon ini pun dicantumkan melalui visi dan misi mereka. Tentu saja niat baik mereka untuk menuju Indonesia emas sangatlah bagus.
Kendati demikian, ada hal penting yang malah tidak diprioritaskan para paslon. Hal itu pun terlihat pada sebuah riset Monash University soal visi dan misi capres-cawapres.
Ternyata kata yang memuat pembahasan mengenai isu perubahan iklim dan lingkungan sangatlah sedikit dan belum diprioritaskan. Tim data dan Democarcy Research Hub Monash University menghitung kata yang sering muncul dalam visi misi ketiga paslon.
Untuk pasangan Anies-Cak Imin kata yang paling ditekankan menggambarkan aspek kualitas dan nilai-nilai. Seperti diksi adil, makmur, ekonomi, dan masyarakat. Hal itu dapat disimpulkan paslon ini mengedepankan ekonomi yang adil dan memakmurkan semua orang.
Selain itu ada pasangan Ganjar-Mahfud, kata yang paling mereka tekankan menggambarkan mengedepankan aspek digital dan digitalisasi. Seperti pembangunan infrastruktur digital sejenis akses internet, aplikasi digital, dan digitalisasi birokrasi.
Mereka banyak memakai diksi digital, ekonomi, cepat, sejahtera, dan negara.
Di sisi lain pasangan Prabowo-Gibran berfokus pada usaha membangun bangsa dan masyarakat yang kuat. Diksi yang paling banyak digunakan adalah maju, kuat, bangun, ekonomi, masyarakat, dan sehat.
Baca Juga: Putusan MK Soal Batas Usia Capres-Cawapres Masih Bisa Gugur, MKMK Kejar Tayang Ketok Palu
Keduanya juga tampak memperlihatkan ambisinya untuk melanjutkan apa yang sudah dibangun pada era pemerintahan Jokowi.
Kendati demikian, ketiganya sangat sedikit yang perhatian dengan isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan. Hanya memuat 1% diksi yang merujuk pada lingkungan, iklim, ekologi, dan energi.
Padahal Indonesia memiliki banyak sekali isu mengenai lingkungan. Berikut ulasannya.
1. Penggundulan Hutan
Penggundulan Hutan atau deforestasi merupakan salah satu masalah paling krusial di Indonesia. Praktit pembukaan lahan untuk pertanian, perkebunan, hingga industri kayu telah menyebabkan hilangnya hutan-hutan yang berfungsi sebagai habitat bagai flora da fauna, serta penyimpanan karbon dan sumber air.
Hal tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan iklim, degradasi lingkungan, dan lain-lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda