Suhartoyo menduduki jabatan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) setelah Anwar Usman diberhentikan karena terbukti telah melanggar kode etik. Suhartoyo menjadi Ketua MK berdasarkan keputusan musyawarah dan mufakat para hakim konstitusi seperti yang telah diatur dalam Peraturan MK Nomor 6 tahun 2023.
Rapat Pleno Hakim dilakukan secara tertutup di Gedung MK, Jakarta Pusat pada Kamis (9/11/2023) mulai pukul 09.00 WIB.
MK memberikan konfirmasi bahwa seluruh hakim konstitusi hadir dalam rapat tersebut yakni Anwar Usman, Arief Hidayat, Wahiduddin Adams, Manahan M Sitompul, Suhartoyo, Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, Daniel Yusmic Pancastaki Foekh, dan M Guntur Hamzah.
Wakil Ketua MK Saldi Isra memimpin langsung rapat yang dihadiri oleh para hakim konstitusi tersebut.
Lantas, seperti apakah profil dan rekam jejak Suhartoyo? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Profil dan Rekam Jejak Suhartoyo
Melansir dari mkri.id, Suhartoyo dikenal sebagai sosok biasa yang sederhana. Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar Suhartoyo ini terpilih menjadi Hakim Konstitusi untuk menggantikan Ahmad Fadlil Sumardi yang habis masa jabatannya sejak 7 Januari 2015 lalu.
Pada 17 Januari 2015, pria yang lahir di Sleman ini mengucap sumpah di hadapan presiden. Suhartoyo diketahui berasal dari keluarga sederhana, tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menjadi seorang penegak hukum.
Minatnya pada saat bersekolah di Sekolah Menengah Umum justri pada ilmu sosial dan politik. Ia berharap bisa bekerja di Kementerian Luar Negeri.
Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Suhartoyo, Ketua MK Baru Pengganti Anwar Usman
Namun, kegagalannya menjadi mahasiswa ilmu sosial politik ini justru membawa berkah tersendiri karena ia akhirnya memilih mendaftarkan diri menjadi Mahasiswa Ilmu Hukum.
“Saya tidak menyesali tidak diterima menjadi Mahasiswa Ilmu Sosial karena sebenarnya ilmu sosial politik sama dengan ilmu hukum. Orientasinya tidak jauh berbeda,” tutur suami dari Sutyowati tersebut.
Seiring dengan berjalannya waktu, ia pun semakin tertarik untuk mendalami ilmu hukum dan menjadi seorang jaksa bukan menjadi seorang hakim. Namun karena rekan belajar kelompok di kampus mengajaknya untuk ikut mendaftar dalam ujian menjadi hakim, ia pun turut serta.
Takdir juga memilihkan jalan untuknya. Ia menjadi hakim terpilih di antara rekan-rekannya.
Pada tahun 1986, ia pertama kali bertugas sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri Bandar Lampung. Suhartoyo dipercaya menjadi hakim di Pengadilan Negeri di beberapa kota sampai tahun 2011.
Di antaranya Hakim PN Curup (1989), Hakim PN Metro (1995), Hakim PN Tangerang (2001), Hakim PN Bekasi (2006), sebelum akhirnya ia menduduki jabatan sebagai Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar.
Ia juga terpilih menjadi Wakil Ketua PN Kotabumi (1999), Ketua PN Praya (2004), Wakil Ketua PN Pontianak (2009), Ketua PN Pontianak (2010), Wakil Ketua PN Jakarta Timur (2011), dan Ketua PN Jakarta Selatan (2011).
Kontributor : Syifa Khoerunnisa
Berita Terkait
-
Gibran Lolos Jadi Cawapres Lewat Putusan MK, Warga: Republik Rasa Monarki
-
Segini Harta Kekayaan Suhartoyo, Ketua MK Baru Pengganti Anwar Usman
-
Kasus Kebocoran RPH MK Soal Putusan Batas Usai Capres-Cawapres Dilaporkan ke Bareskrim Polri
-
Gantikan Anwar Usman Ipar Jokowi, Suhartoyo Jadi Ketua MK Baru
-
Anwar Usman Pribadi yang Enggak Enakan
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah
-
Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok
-
Tukar Poin Jadi Hewan Kurban, Begini Cara Mudah Berbagi di Iduladha
-
12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi
-
Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya
-
5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
-
Long Weekend Bingung Menginap di Mana? Ini 3 Tipe Hotel yang Bisa Disesuaikan dengan Mood Liburanmu