Lifestyle / Female
Sabtu, 11 November 2023 | 15:38 WIB
Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid. (Dok: DPR)
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid. (Suara.com/Dea)

Meutya Hafid dari Jurnalis Jadi Anggota DPR

Meutya Viada Hafid, lahir pada 3 Mei 1978, merupakan seorang politisi yang sebelumnya dikenal sebagai jurnalis dan presenter berita di Metro TV. Pengalamannya sebagai jurnalis mencuat ketika ia dan juru kameranya, Budyianto, meliput daerah konflik di Irak.

Pada 18 Februari 2005, keduanya diculik dan disandera oleh kelompok bersenjata di Irak, hilang kontak pada 15 Februari 2005, dan akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Meutya mendokumentasikan tragedi tersebut dalam bukunya berjudul "168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak."

Meutya Hafid, lulusan S1 New South Wales University dan S2 Universitas Indonesia, juga meraih berbagai penghargaan di bidang jurnalistik. Pada tahun 2007, ia memenangkan Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill dari pemerintah Australia. Tahun 2008, Meutya menerima penghargaan alumni Australia 2008 dalam kategori Jurnalisme dan Media.

Pada tahun 2012, Meutya Hafid terpilih sebagai salah satu dari lima Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan, menjadi satu-satunya tokoh perempuan dalam daftar tersebut.

Jejak Politik Meutya Hafid

Meutya Hafid meninggalkan karier jurnalistik pada tahun 2010 ketika ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Binjai bersama H Dhani Setiawan Isma. Meutya diusung oleh Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, Patriot, P3I, PDS, dan 16 Partai non-fraksi DPRD Binjai, namun pasangan ini tidak terpilih.

Pada Agustus 2010, Meutya Hafid menjadi Anggota DPR antar waktu dari Partai Golkar, menggantikan Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia. Selama 17 bulan, ia duduk di Komisi XI bidang Keuangan dan Perbankan.

Selanjutnya, Meutya Hafid dipindahkan ke Komisi I bidang Pertahanan Luar Negeri, Komunikasi, dan Informasi hingga tahun 2014. Kembali terpilih sebagai anggota DPR dari Partai Golkar dari Dapil Sumatera Utara pada 2014 hingga 2019, Meutya Hafid melanjutkan perjalanan politiknya.

Baca Juga: Jokowi Usul Calon Tunggal Pengganti Panglima TNI Yudo Margono ke DPR RI, Benarkah KSAD Agus Subiyanto?

Meutya Hafid (twitter.com/BNGPY)

Proses Bayi Tabung

Proses bayi tabung, atau fertilisasi in vitro (IVF), adalah metode reproduksi buatan yang membantu pasangan yang mengalami kesulitan untuk hamil secara alami. Proses ini melibatkan beberapa langkah, dimulai dari stimulasi ovarium hingga transfer embrio ke rahim. Berikut adalah penjelasan mengenai proses bayi tabung dari awal sampai akhir.

1. Stimulasi Ovarium

Proses dimulai dengan memberikan hormon penstimulasi ovarium kepada wanita untuk merangsang perkembangan multiple telur dalam ovarium. Tujuannya adalah untuk meningkatkan peluang keberhasilan dalam mengumpulkan telur matang.

2. Pengumpulan Telur (Ovum Retrieval)

Setelah telur telah mencapai tahap kematangan, dokter melakukan pengumpulan telur dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam ovarium melalui dinding vagina. Telur yang berhasil dikumpulkan kemudian disiapkan untuk proses fertilisasi.

Load More