Suara.com - Setiap tanggal 12 November selalu diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Hari tersebut biasanya digunakan sebagai salah satu cara mengapresiasi jasa dan kehadiran ayah dalam keluarga.
Kendati demikian, Indonesia katanya jadi negara fatherless ketiga di dunia. Lantas apa itu fatherless? Berikut ulasannya.
Apa Itu Fatherless?
Fatherless adalah kondisi ketika anak mengalami kurangnya kehadiran ayah, baik secara fisik maupun psikologis dalam proses tumbuh kembangnya. Indonesia disebut berada di urutan ketiga dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country).
Dampak dari Fatherless?
Menurut penelitian, kekosongan peran ayah dalam pengasuhan anak, terutama dalam periode emas, yakni usia 7-14 tahun dan 8-15 tahun sangat berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah. Kekosongan ini mengakibatkan anak sulit konsentrasi saat belajar dan menurunkan motivasi belajarnya.
Selain berpengaruh pada hal akademik, kurangnya peran ayah juga dapat berdampak pada karakter anak. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, menarik diri di kehidupan sosial, rentan terlibat penyalahgunaan obat terlarang, rentan melakukan tindak kriminal, hingga mengalami masalah kesehatan mental.
Tak hanya itu merujuk pada seorang psikolog bernama Elly Risman bahwa fatherless menjadi ancaman anak remaja melakukan seks bebas.
"Indonesia ini a fatherless country, negara tanpa ayah. Ayah hadir secara fisik, ayah tidak hadir secara emosional, dia enggak hadir secara spiritual buat anaknya," kata Elly di Kick Andy. Lantas bagaimana cara untuk mengatasi fatherless ini.
Baca Juga: 50++ Twibbon Hari Ayah Nasional 12 November, Cocok Jadi Foto Profil WA
Cara Mengatasi Fatherless
Untuk mengatasi hal tersebut, ayah perlu lebih terlibat dalam mengasuh dan mendidik anak. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak dan memberikan kehangatan melalui ciuman, pelukan, atau bentuk kasih sayang lainnya.
Para ayah juga bisa berdiskusi bersama anak untuk membicarakan hal-hal yang sedang ia sukai atau mungkin masalah yang sedang dialaminya. Hal ini akan membuat anak merasa tidak sendirian.
Penting bagi ayah untuk terlibat dalam pendidikan anak dan memantau kemajuan anak di sekolah. Mereka dapat menemani anak belajar, membicarakan tentang hal-hal yang sudah dipelajari, atau membantu anak dalam menghadapi kesulitan belajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
5 Tips Feng Shui Kamar Tidur agar Rezeki Mengalir, Jangan Salah Taruh Cermin
-
Tak Cuma Kulineran, Ini Destinasi 'Wajib Singgah' di PRJ 2026 yang Banjir Hadiah
-
Rosemary Oil untuk Apa? Ini Manfaat Bagi Rambut dan Cara Pakainya
-
Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah
-
Mencari Ruang Jeda di Tengah Ketidakpastian Global: Mengapa Sanctuary Jadi Tren Liburan Masa Depan?
-
5 Brow Gel Terbukti Tahan Lama dan Waterproof, Lengkap dengan Harganya
-
4 Bedak Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee, Harga Murah Mulai Rp3 Ribuan
-
5 Zodiak Dikenal Paling Gampang Selingkuh, Ada yang Hobi Tebar Pesona
-
Langganan Folaplay dan MAXStream TV Bayar Berapa? Streaming Resmi Piala Dunia 2026
-
5 Sunscreen yang Mencerahkan dan Gak Bikin Dempul Sesuai Review Pengguna