Suara.com - Hotman Paris Hutapea menawarkan bantuan hukum kepada keluarga Aldi Sahilatua Nababan, seorang mahasiswa yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar kos.
Melalui unggahan Instagram miliknya, pengacara kondang itu meminta agar keluarga pria berusia 23 tahun itu menghubungi Hotman Paris 919 di wilayah Bali.
"Bagi keluarga korban agar menghubungi Hotman 919 daerah Bali yang dipimpin oleh Pengacara Siregar, dapat dihubungi di Kopi Jhoni Bali," Kata Hotman dikutip dari Instagram-nya @/hotmanparisofficial, Kamis (23/11/2023).
Merespons tawaran bantuan yang diberikan oleh Hotman Paris, salah seorang sanak keluarga dari Aldi menjelaskan jika pihaknya sedang sibuk melaksanakan prosesi pemakaman.
"Sabar ya tulang, bukan berniat tidak menghubungi tapi keluarga lagi sibuk dan hari ini proses pemakaman almarhum Aldi," tulis sanak keluarga Aldi di kolom komentar.
Dugaan Aldi Sahilatua Nababan Meninggal karena Dibunuh
Aldi Sahilatua Nababan pertama kali ditemukan tewas tak bernyawa oleh pemilik kos bersama dengan pihak kepolisian.
Pemilik kos itu awalnya merasa curiga dengan kondisi kamar kos korban yang dikerubungi lalat hijau. Hal ini dibeberkan oleh pihak Polresta Denpasar melalui pernyataan tertulisnya.
"Saksi juga melihat ada darah yang keluar dari bawah pintu kamar kos, melihat hal tersebut saksi langsung melapor ke Polsek Kuta Selatan," ujar Polresta Denpasar.
Baca Juga: Ibu Aldi Sahilatua Menjerit Autopsi Anaknya Diduga Ditutupi: Lawan Kami Siapa?
"Setelah petugas Kepolisian datang dan kamar kos di buka dengan bantuan tukang kunci karena terkunci dari dalam, saat ditemukan korban dalam keadaan terlilit tali tampar ikat di dalam kamar kosnya," sambungnya.
Saat itu, kondisi jenazah sudah sangat mengenaskan. Bahkan menurut polisi, jenazah sudah dalam proses pembusukan.
"Korban tergantung nyandar di pintu kamar dengan kedua kaki nyentuh lantai, korban sudah mengeluarkan darah dari hidung dan mayat ditemukan proses pembengkakan dan kulit mengeluarkan cairan," pungkasnya.
Atas kondisi Aldi yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan, keluarga korban menduga jika Aldi tewas menjadi korban pembunuhan.
Berita Terkait
-
Sosok Aldi Sahilatua Mahasiswa Bali yang Ditemukan Tewas di Kos, Desember Lulus Kuliah
-
Aldi Sahilatua Nababan Mahasiswa Mana? Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kamar Kos Bali
-
Janggalnya Kematian Aldi Sahilatua Nababan: Belanja Dulu Sebelum Ditemukan Tewas
-
Ibu Aldi Sahilatua Nababan Nangis Tak Diizinkan Lihat Autopsi, Polisi: Keluarga yang Awalnya Menolak
-
Kronologi Aldi Sahilatua Nababan Ditemukan Tewas dengan Kondisi Tubuh Mengerikan, Keluarga Yakin Dibunuh
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang
-
Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7
-
Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY
-
Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat
-
IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi
-
253 Ton Logistik Telah Dikirim ke NTT, Kapal Rumah Sakit Segera Berlabuh
-
Dorong Pencegahan Penyakit, Waketum PSI Sebut Program Cek Kesehatan Gratis Perlu Diperkuat