- Pertamina NRE dan CRecTech menandatangani perjanjian pembangunan fasilitas biogas-menjadi-bio-metanol di Sumatera Utara pada Agustus 2026.
- Fasilitas berkapasitas 50 ton per tahun tersebut mengolah limbah cair kelapa sawit menggunakan teknologi katalis efisien.
- Proyek strategis ini bertujuan mengurangi impor metanol nasional serta menyasar pasar bahan bakar kapal global.
Suara.com - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) akan membangun fasilitas percontohan biogas-to-bio-methanol berkapasitas sekitar 50 ton per tahun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara.
Pembangunan proyek tersebut dipastikan usai dilakukannya penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) antara Pertamina NRE dengan perusahaan teknologi asal Singapura, CRecTech Pte. Ltd., di Bali pada Jumat (14/8/2026).
Fasilitas ini nantinya mengolah biogas yang bersumber dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei milik Pertamina NRE.
Penggunaan teknologi katalis CRecREF dari CRecTech diklaim mampu menyederhanakan proses konversi biogas menjadi metanol dari empat tahap menjadi dua tahap, sehingga berpotensi memangkas biaya produksi hingga 50 persen.
"Pengembangan fasilitas percontohan ini akan menjadi basis bagi pengembangan proyek dalam skala komersial," kata Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Rabu (19/8/2026).
Proyek di KEK Sei Mangkei disebut menjadi bagian awal dari pembentukan rantai nilai bio-metanol nasional dari hulu ke hilir.
Bersamaan dengan skema produksi tersebut, Pertamina NRE juga mengamankan alur komersialisasi di pasar domestik dan internasional.
Untuk pasar domestik, Pertamina NRE menandatangani Heads of Agreement (HoA) dengan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) guna menjajaki penyerapan (offtake) jangka panjang.
Langkah ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan impor metanol nasional yang saat ini mencapai dua pertiga dari total kebutuhan sebesar dua juta ton per tahun.
Sementara untuk pasar ekspor, Pertamina NRE menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pertamina International Marketing & Distribution Pte. Ltd. (PIMD) untuk mengincar pasar bahan bakar kapal (marine fuel/bunkering) rendah karbon di tingkat global.