Suara.com - Ustaz Abdul Somad atau yang kerap dikenal dengan nama UAS, mendadak didatangi oleh rombongan jenderal polisi di Pekanbaru, Riau, Selasa (21/11/2023). Rombongan jenderal Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Nusantara Cooling System (NCS) ini mendatangi UAS dengan maksud baik.
Mereka menemui UAS untuk mengajak bekerja sama melakukan pengamanan jelang pelaksanaan Pemilu 2024. Pertemuan UAS dan para jenderal polisi ini terjadi di Pesantren Nurul Azhar.
Kasatgas Operasi NCS, Irjen Asep Edi Suheri Asep menjadi pemimpin pertemuan dengan UAS. Jenderal bintang dua ini menemui sang ulama bersama rombongan jenderal polisi lainnya yang berpangkat Brigadir Jenderal Polri atau Jenderal bintang satu.
Lantas, seperti apakah profil dan biodata UAS? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Profil Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara pada 18 Mei 1977. Sosoknya dikenal sebagai penceramah yang sering mengangkat berbagai macam masalah agama, seperti kajian hadis, ilmu fikih, dan tema-tema kebangsaan.
UAS sendiri mempunyai darah Batak-Melayu. Ayahnya merupakan keturunan Batak, sedangkan sang ibu merupakan perempuan keturunan Melayu.
Kedatakan UAS dengan agama sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah dasar. Kala itu, UAS mendapat pendidikan di sekolah yang berlandaskan Tahfiz Al-Quran.
Setelah lulus dari SD al-Washliyah, UAS kemudian melanjutkan sekolah ke MTS Mu’allimin al-Washliyah. Semasa remaja ia juga sempat masuk ke Pesantren Darul Arafah, Deli Serdang, Sumatera Utara selama satu tahun.
Baca Juga: Bareskrim Tentukan Jadwal Pemeriksaan Siang Ini, Firli Bahuri Segera Ditahan?
UAS lalu pindah ke Riau dan melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu. Ia mulai menimba ilmu di perguruan tinggi UIN SUSKA Riau selama 2 tahun.
Pada saat usianya 21 tahun, UAS mendapatkan kabar baik. Namanya masuk menjadi salah satu orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Mesir.
UAS pun berangkat kuliah di Al-Azhar University, Mesir pada 1998. Di sana ia sukses mendapatkan gelar Lc usai berkuliah dalam jangka waktu 3 tahun 10 bulan.
Terus mengejar ilmu, UAS pada tahun 2004 kembali menerima beasiswa. Kali ini ia mendapatkan beasiswa dari Kerajaan Maroko untuk melanjutkan S2 di Daar al-Hadits Al Hassania Institute.
Beasiswa itu bukan perkara mudah untuk didapat UAS. Bagaimana tidak, institut tersebut hanya menerima 20 murid setiap tahunnya, di mana 15 mahasiswa untuk warga Maroko, dan 5 untuk warga asing.
Berbekalkan ilmu agama yang cukup, UAS mulai menjadi penceramah agama dan dikenal sebagai ustaz.
Berita Terkait
-
Bareskrim Tentukan Jadwal Pemeriksaan Siang Ini, Firli Bahuri Segera Ditahan?
-
Segera Meluncur, Polri Kirim Surat Pemberitahuan Tersangka Ketua KPK ke Kemensetneg
-
Densus 88 Tangkap Empat Tersangka Teroris di Riau, Rencanakan Serang Polres Dumai hingga Buat Kekacauan Pemilu
-
Anggota Dewas KPK Albertina Ho Sambangi Bareskrim Polri, Bahas Kasus Pemerasan SYL?
-
Bersaudara di Jalan: Satu Hati, Safety, dan Presisi Jadi Tema Korlantas Polri-Wahana Honda Bersama Komunitas Motor
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif