Suara.com - Profil Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa ramai diperbincangkan setelah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merotasi sejumlah pejabat di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Saleh kini mengampu jabatan baru yakni Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Jenderal Maruli Simanjuntak yang baru saja dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Pengangkatan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI No. Kep/1384/XI/2023.
Jabatan tinggi di dalam struktur organisasi TNI AD ini tak didapatkan Saleh dengan semudah membalik telapak tangan. Dia telah meniti karier di TNI sejak puluhan tahun lalu. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1991 dengan kecabangan infanteri atau Kopassus. Saleh pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus, Wakil Asisten Operasi Danjen Kopassus, dan Komandan Grup 1/Kopassus (2012-2013).
Ia lantas naik karier menjadi Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer (Asops Kasdam) Iskandar Muda pada 2013-2015, Pasis Sesko TNI (2015-2016), dan Pamen Ahli Kopassus Bidang Pendidikan dan Latihan (2016). Selanjutnya, Saleh menduduki jabatan Danrem 132/Tadulako. Lalu Wadanpussenif Kodiklatad (2017-2019), Kasdam Jaya (2019-2021), dan Kaskogabwilhan II (2021-2022) Terakhir Saleh menjadi Pangdam XVII Cendrawasih (2022-2023) dan Perwira Staf Ahli Tingkat III Kasad Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba (2023).
Saat menjabat sebagai Pangdam XVII Cendrawasih, Saleh Mustafa pernah terlibat kasus terkait pemeriksaan belasan Personel Yonif Raider 600 terkait tewasnya warga di Kabupaten Mappi, Papua pada September 2022 lalu. Saleh Mustafa mengakui, ada 14 personel Batalion Infantri Raider 600/Modang diperiksa Sub Detasemen Polisi Militer Merauke terkait meninggalnya warga sipil di Kampung Mememu, Distrik Edera, Kabupaten Mappi, Papua.
Salah satunya adalah komandan pos, yang juga akan diperiksa karena Bruno Amenim Kimko meninggal dunia pada 30 Agustus lalu, saat berada di Pos Batalion Infantri Raider 600/Modang, yang tergabung dalam satuan tugas pengamanan perbatasan negara.
Sejauh ini, kata Saleh, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut namun bila ada maka yang bersangkutan akan diproses hukum, walaupun sudah ada penyelesaian secara adat. "Kasusnya tetap diproses hukum," kata dia.
Kimko diketahui berada di Pos Batalion Infantri Raider 600/Modang setelah ditahan bersama seorang rekannya, Norbertus Kanggun, yang juga dilaporkan cedera. Mereka ditahan di sana setelah ada laporan warga ke Pos TNI dan dibawa ke pos itu. Jenazah Kimko dimakamkan 1 September lalu di TPU Kampung Mememu, Distrik Edera, Kabupaten Mappi.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Baca Juga: Menangis Menantunya Dilantik Jadi KASAD, Ini Kata-kata Luhut soal Pahit Kariernya di TNI AD
Berita Terkait
-
Ingat Pesan Jokowi soal Netralitas, KSAD Jenderal Maruli Jamin Tidak akan Pertaruhkan Nama Institusi
-
Antusias Menantunya jadi KSAD, Luhut Sengaja Pulang ke Indonesia untuk Lihat Pelantikan Jenderal Maruli
-
Jokowi Pastikan Menantu Luhut Masuk Daftar Kandidat KASAD, Diputuskan Pekan Depan
-
Profil dan Biodata Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut Tepis Kabar Ayah Mertuanya Kritis
-
Sebut Kasus Prajurit TNI Mutilasi Warga Sipil di Papua Bukan Pelanggaran HAM Berat, Ini Penjelasan Pangkostrad
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Innalillahi! Detik-detik Tambang Emas Ilegal Longsor, Lebih dari 100 Orang Tewas
-
Jelang Demo di DPR, Rekening Rp80,9 Juta dan Akun TikTok Aktivis Pati Botok Terblokir Tiba-tiba
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Ketika Mengompol Jadi Cerita Lucu: Ulasan How to Pee Your Pants
-
Perbedaan Tinted Sunscreen vs Skin Tint vs BB Cream, Ini Fungsinya
-
3 Fakta Bomber Anyar Persija Alexander Jeremejeff, Eks Tandem Viktor Gyokeres
-
wondrX 2026 Jadi Pre-Event Danantara Housing Expo, BNI Perluas Akses Pembiayaan Hunian
-
Fenomena Lifestyle Inflation: Saat Pendapatan Bertambah Tapi Dompet Tetap Menjerit
-
Empat Orang Tewas, Polisi Selidiki Kecelakaan Beruntun di Puncak-Cipanas