"Anak di ataa dua tahun perlu minum susu tambahan adalah mitos yang berkembang di maayarakat," kata dr. Tan Shot Yen.
Padahal untuk tumbuh kembang optimal, anak usia dua tahun ke atas butuh makan 3x sehari dengan asupan kaya protein makanan pokok seperti nasi, sayur, buah dan minum cairan setidaknya 5 gelas per hari," tambahnya.
'Susu Formula Jadi Momok'
Permasalahan ini tampaknya menjadi perhatian khusus bagi perencana keuangan, Kays Abdul Fattah, RFA. RIFA. yang menilai bahwa selama ini masyarakat Indonesia tak bisa lepas dari industri susu formula.
Sehingga, tak sedikit yang merasa bahwa biaya susu formula menjadi beban keuangan yang sangat berat, terutama bagi keluarga miskin. Bahkan, kebutuhan untuk susu formula saja bisa menguras tabungan dan tak jarang membuat mereka harus berutang.
"Masyarakat Indonesia nampaknya sangat erat dengan industri susu formula karena sudah mendarah daging dalam pemahaman masyarakat bahwa anak itu butuh susu (formula)" kata Kays Abdul Fattah, RFA. RIFA. dikutip dari postingan Instagram pribadinya @kaisfaiz, Minggu (10/12/2023). Suara.com telah mendapatkan izin untuk memuat unggahannya ini.
Menurut Kays, melalui rekomendasi WHO 2023 terkait MPASI, bayi usia 12-23 bulan tidak direkomendasikan diberi susu formula. Sebaiknya, cukup dilanjut dengan ASI dan MPASI nya saja.
"Jika bayi usia kurang dari 2 tahun saja ga direkomendasikan, apalagi anak usia lebih dari 2 tahun kan? Karena seharusnya yang disiapkan orang tua adalah makanan bergizi bukan susu formula," jelasnya.
"Kalaupun mau kasih susu, WHO lebih merekomendasikan susu murni hewan bukan susu yang ditambah gula," lanjutnya.
Baca Juga: 'Cuek Bebek' Soal Dinasti Politik, Gibran Malah Lebih Pilih Promosi Resto ke Sekpri Iriana Jokowi
Lebih lanjut, menurut Kays riset lainnya menyebutkan bahwa memang sebenarnya susu formula tidak dibutuhkan untuk anak usia 1 - 3 tahun. Produk susu formula akan dibutuhkan hanya bila sudah termasuk indikasi medis dan direkomendasikan oleh dokter spesialis anak.
"Susu formula pun semestinya tidak dipromosikan secara besar-besaran karena akan menyebabkan masyarakat berpikir itu adalah barang primer," ungkap Kays Abdul.
Spekulasi masyarakat yang menyebut "kerja keras buat beli susu anak", nampaknya perlu diluruskan lagi. Sebab, kata Kays Abdul anak-anak sebenarnya tidak membutuhkan susu mahal fortifikasi. Itu artinya, anggaran rumah tangga yang tadinya dibuat beli sufor sebaiknya bisa dialihkan untuk membeli lau, sayur atau buah-buahan.
"Karena berdasarkan data BPS, rumah tangga miskin bahkan bisa menghabiskan 10 persen incomenya cuma buat beli sufor" pungkasnya.
Nah demikianlah informasi mengenai pertanyaan benarkah susu formula perlu untuk anak usia 2 tahun. Berdasarkan pendapat para ahli, susu formula tidak wajib diberikan kepada anak usia di bahwah atau di atas 2 tahun untum menangani permasalahan stunting jika nutrisi anak sudah terpenuhi.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
'Cuek Bebek' Soal Dinasti Politik, Gibran Malah Lebih Pilih Promosi Resto ke Sekpri Iriana Jokowi
-
TKN Prabowo-Gibran: Keseleo Lidah Mahfud Soal OTT KPK Lebih Parah Dari Asam Sulfat
-
Selvi Ananda Keturunan Siapa? Ini Latar Belakang Keluarga Istri Gibran yang Jarang Diketahui
-
4 Gaya Parenting Selvi Ananda, Saran Beri Susu Formula ke Anak Dikritik
-
Dari Ayam Kremes Menuju Istana Negara, Inilah Kisah Inspiratif Selvi Ananda
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan