Suara.com - Rumah tangga mertua Tasya Kamila, Andi W Bachtiar dengan Siti Rahmah Bakar masih diujung tanduk seiring upaya proses perceraian. Kabar berpisahnya mereka memang cukup bikin publik terkejut. Pasalnya, keluarga mertua Tasya Kamila itu dinilai cukup harmonis dan hangat dilihat dari berbagai kebersamaan mereka di media sosial.
Terlebih, Andi Bachtiar dan Rahmah Bakar sendiri telah menikah lebih dari 30 tahun. Selama menikah, mereka memiliki satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. Anak laki-laki mereka, Randi Bachtiar itu lah yang kemudian menjadi suami Tasya Kamila.
Hingga saat ini, Andi Bachtiar dan Rahmah Bakar juga telah memiliki empat orang cucu dari anak-anak mereka.
Meski bukan dari kalangan selebriti seperti Tasya Kamila, namun keluarga mertuanya itu cukup terpandang juga memiliki riwayat pendidikan yang mentereng. Seperti Tasya dan suaminya, kedua orang tua Randi juga sama-sama lulusan universitas di luar negeri.
Kampus siapa yang paling mentereng di antara Andi Bachtiar dengan Rahmah Bakar? Berikut penelusuran suara.com.
Andi Bachtiar lulusan ITB dan kampus di Amerika Serikat
Pada akun LinkiedIn Andi Bachtiar tercatat kalau dia menempuh jenjang pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Perminyakan. Dia lulus kuliah dari sana pada tahun 1988. ITB sendiri termasuk salah satu universitas bergengsi di Indonesia.
Kampus itu masih menempati peringkat pertama di Indonesia berdasarkan riset Times Higher Education World Rankings 2023.
Andi Bachtiar kemudian melanjutkan pendidikan S2 dengan jurusan yang sama di University of Texas at Austin di Amerika Serikat dan lulus pada 1997. Kampus tersebut termasuk dalam peringkat ke-19 di Amerika Serikat dan ke-58 di dunia berdasarkan lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) melalui World University Rankings (WUR) 2024.
Rahmah Bakar dua kali kuliah di luar negeri
Rahmah Bakar juga lulusan sekolah luar negeri. Dia bahkan dua kali menempuh studi di kampus luar negeri, yakni Stanford College of Singapore dan melanjutkan di University of Texas di Austin, tempat yang sama dengan sang suami.
Namun, tak banyak informasi tentang jurusan apa yang diambil Rahmah Bakar serta tahun lulusnya.
Sementara itu, Stanford College of Singapore sendiri tak masuk dalam peringkat 30 besar sebagai kampus terbaik menurut lembaga pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS) melalui World University Rankings (WUR) 2024.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Lebih Nyaman Adidas Samba Jane Leather atau Satin? Ini Review Jujurnya
-
Beda Expired Date dan Period After Opening di Kemasan Kosmetik, Pahami Istilahnya agar Tak Keliru
-
Playdate with Elmo & Friends, Pilihan Liburan Sekolah yang Edukatif dan Menghibur
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Jumat 19 Juni 2026 di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
-
Foot Spray yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan Murah, Sudah BPOM, dan Ratingnya Tinggi
-
Kenapa Pintu Rumah Tidak Boleh Sejajar dengan Pintu Belakang? Ini Penjelasan Feng Shui dan Arsitek
-
5 Cara Cuci Muka yang Benar untuk Kulit Acne Prone Menurut Dokter
-
Keutamaan Puasa di Bulan Muharram, Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya
-
4 Rekomendasi Serum Retinal Lokal untuk Kerutan Dalam, Hasil Lebih Cepat dari Retinol
-
Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif