Suara.com - Datang ke acara debat cawapres yang diselenggarakan di Jakarta Convention Centre (JCC), pasangan calon (paslon) capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD tampil dengan pakaian mencolok.
Paslon nomor urut tiga itu mengenakan pakaian daerah, di mana Mahfud MD mengenakan pakaian khas kampung halamannya, Madura. Sementara Ganjar memakai baju adat pria dari Pulau Rote Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dipakai Ganjar untuk mendapingi Mahfud MD, apa makna baju adat pria Pulau Rote?
Pakaian adat Rote untuk pria khas dengan kemeja polos putih berlengan panjang yang dipadukan dengan kain tenun sebagai bawahan. Kain tenun itu juga disampirkan di pundak kiri dengan motif yang sama dengan bawahannya.
Jika tak memakai kemeja putih, penggunaan pakain adat ini hanya berupa kain dengan tenanjang dada. Selain kain tenun, ciri khas pakaian datan Rote ini juga dilengkapi dengan Ti’i langga. Ti’i langga adalah topi khas Rote dengan bentuk lebar seperti topi Meksiko.
Makna Pakaian Adat Pulau Rote
Pakaian adat Rote rupanya memiliki filosofi yang mendalam. Pada topi Ti'i lingga senidri memiliki bentuk runcing di bagian atas.
Runcing di bagian atas ini ripanya punya menggambarkan sifat masyarakat Rote yang memiliki tekad keras.
Topi Ti'i lingga ini juga diuat dari bahan dasar dun lontar kering. Daun ini dipercaya menjadi simbol kewibawaan dan kepercayaan bagi kaum laki-laki Suku Rote.
Baca Juga: Fans Berat Mahfud, Young Lex Bikin Heboh Lokasi Debat Cawapres dengan Baju Adat Batak
Berita Terkait
-
Nonton Penampilan Mahfud Saat Debat Cawapres, TPD DKI Pede Bisa Raup 40 persen Suara di Jakarta
-
PDI Perjuangan Klaim Mahfud MD Dapat Sentimen Positif Paling Besar dalam Debat Cawapres
-
Usai Debat Cawapres, Ganjar-Mahfud Mendadak Dihampiri Orang Tak Dikenal
-
Di Debat Cawapres Mahfud Bicara Soal Pengusaha Mau Investasi di Indonesia Diperas
-
Bikin Riuh JCC, Ganjar-Mahfud Datang ke Arena Debat Peragakan Gestur Tangan Penuh Simbol
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi