Lifestyle / Komunitas
Minggu, 31 Desember 2023 | 16:11 WIB
Ilustrasi suami istri sedang melakukan perenacanaan keuangan demi masa depan. (Shutterstock)

3. Bebas Khawatir Saat Sudah Tidak di Usia Produktif
Setiap orang menginginkan hidup yang tenang, baik di usia muda maupun di hari tua.

Namun, usia produktif tidak berlangsung selamanya. Jika seseorang telah merencanakan dan mempersiapkan keuangan, maka akan menciptakan ketenangan atau peace of mind dalam kehidupan.

Oleh karena itu, usia produktif harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk merencanakan keuangan yang diperlukan ketika kita tidak lagi produktif.

4. Mencapai Tujuan Finansial
Merencanakan keuangan dapat membantu kita mengidentifikasi dan mencapai tujuan finansial, seperti membeli rumah, pendidikan anak, atau perjalanan impian.

Perencanaan keuangan yang tertata termasuk mempersiapkan peninggalan berharga untuk keluarga merupakan investasi untuk kehidupan di masa depan yang tenang dan bebas dari rasa was-was.

Tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga atau orang-orang yang kita cintai.

Pastikan untuk melengkapi tujuan finansial kita dengan solusi proteksi, sehingga rencana keuangan keluarga tetap dapat tercapai bila terjadi risiko pada diri kita.

5. Memiliki Peninggalan Berharga untuk Keluarga
Jika terjadi sesuatu di luar kendali kita secara mendadak, misalnya kematian, kehidupan keluarga yang kita tinggalkan akan terus berjalan.
Perencanaan keuangan yang baik, termasuk investasi yang selama ini kita miliki, akan menjadi peninggalan yang sangat berharga bagi mereka.

Apa saja yang sebaiknya kita lakukan untuk mulai mempersiapkan keuangan dan memiliki peninggalan berharga sekaligus mencapai keberkahan? Simak tips berikut Ini!

Baca Juga: Kenapa Setiap Orang Perlu Asuransi? Tiga Hal Ini Bisa jadi Pertimbangan

1. Menyisihkan pendapatan
Masih ingat ketika kita kecil, orang tua kita membelikan celengan gerabah berbentuk ayam atau kendi? Kita diajarkan untuk menabung, menyisihkan sebagian uang jajan setiap hari agar kita bisa mewujudkan impian, misalnya membeli sepatu, tas, atau pun sepeda impian.

Sama halnya ketika beranjak dewasa, menyisihkan sebagian pendapatan kita akan sangat berguna di masa depan.

2. Menjaga Kesehatan dengan Menerapkan Gaya Hidup Seimbang
Ungkapan ‘sehat itu mahal’ dirasakan ketika kita menderita sakit. Biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk pengobatan, pemulihan, serta kehilangan pemasukan menjadi pengingat bahwa menjalani pola hidup sehat yang berimbang jauh lebih menyenangkan dan mudah.

Menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan salah satu bentuk investasi kita untuk masa yang akan datang.

3. Melakukan Riset dan Konsultasi dengan Ahli Perencana Keuangan
Banyak dari kita yang mungkin masih belum mengerti bagaimana sebenarnya mengelola keuangan yang baik dan benar, memilih investasi yang tepat, atau pun merencanakan persiapan keuangan untuk masa depan sejak dini.

Informasi serta kiat-kiat pengelolaan finansial sebenarnya dapat dipelajari secara mandiri melalui berbagai pilihan media, misalnya secara online, membaca buku, mengikuti seminar, dan sebagainya.

Jika masih ragu, tanyakan kepada ahli perencana keuangan untuk membantu kita merencanakan pengelolaan keuangan serta persiapan peninggalan berharga bagi keluarga dengan baik.

Mereka juga dapat membantu memilih bentuk proteksi yang sesuai dengan kebutuhan kita, seperti asuransi jiwa.

Terdapat beragam asuransi jiwa yang sesuai dengan tahapan kehidupan Anda, bahkan memiliki fasilitas yang dapat berguna tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga membantu orang lain yang membutuhkan.

4. Pilih Proteksi berbasis Syariah yang Sesuai Hati
Menjaga keluarga tercinta, juga termasuk mempersiapkan peninggalan berharga.

Bukan hanya kita yang akan mendapatkan benefit namun keluarga juga akan merasakan manfaatnya dan terlindungi di masa depan.

5. Pilih Proteksi Berbasis Syariah dengan Manfaat untuk Saling Tolong-menolong antar Sesama
Dengan memiliki produk asuransi yang dijalankan sesuai dengan prinsip Syariah, peserta akan mendapatkan informasi secara transparan terkait pengelolaan dana sejak awal kepesertaan.

Kontribusi dari peserta akan dialokasikan secara transparan menjadi:
1. Porsi dana tabarru’ yaitu dana tolong-menolong antar sesama peserta
2. Porsi nilai tunai yang tersedia dalam fitur Dana Usia Mapan
3. Porsi ujrah yaitu imbalan yang dibayarkan oleh Pemegang Polis kepada Pengelola sehubungan dengan pengelolaan suatu produk asuransi.

Selain itu, Peserta akan mendapatkan beragam nilai yaitu Nilai Universal yang mencakup Nilai Ekonomi dan Nilai Kemanusiaan dan selanjutnya adalah Nilai Religius.

1. Nilai Ekonomi: Peserta mendapatkan informasi secara transparan terkait pengelolaan dana sejak awal kepesertaan, maupun inklusif dimana asuransi jiwa Syariah tidak hanya untuk muslim tapi universal, Syariah untuk Semua.

2. Nilai Kemanusiaan: Peserta dapat terus berkontribusi untuk saling tolong menolong antar sesama melalui asuransi jiwa Syariah terutama ketika terjadi klaim antar peserta serta memberikan piece of mind ketika menjalani hidup.

3. Nilai Religius: Melalui asuransi jiwa Syariah, peserta akan mendapatkan nilai dari sisi religius terutama bagi mereka yang muslim karena telah sesuai dengan syariat Islam, tidak ada unsur riba, maisir gharar.

Nilai-nilai ini sejalan dengan nilai-nilai yang diterapkan oleh Prudential Syariah yaitu Syariah untuk Semua: adil, transparan, inklusif, saling mengasihi dan tolong-menolong.

Paul Setio Kartono, Chief Financial Officer Prudential Syariah mengatakan, melalui PRUAnugerah Syariah, Prudential Syariah membantu para peserta menyiapkan peninggalan berharga melalui program Satu Keluarga Satu Miliar.

"Peserta mendapatkan Manfaat Dana Usia Mapan yang diproyeksikan hingga 100% dari total kontribusi yang telah dibayarkan dan akan diterima kembali secara sekaligus saat peserta mencapai umur tertentu atau usia polis berusia 25 tahun,” imbuhnya.

Nah, sekarang Anda semakin memahami 'kan mengapa perencanaan keuangan penting dilakukan? Oleh karena itu, ayo mulai tahun yang baru dengan perencanaan keuangan yang lebih berkah dengan mengedepankan prinsip syariah.

Load More