Suara.com - Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka menyinggung demo rompi kuning di Prancis dalam debat cawapres pada Minggu (21/1/2024) lalu. Gibran sedikit membahas demo rompi kuning di Prancis ketika berdebat dengan cawapres no urut 3 Mahfud MD terkait ancaman greenflation.
Ketika itu, Gibran mengatakan jika Greenflation tidak ditangani dengan baik, maka bisa terjadi peristiwa seperti yang terjadi di Paris. Greenflation sendiri merujuk pada kenaikan harga (inflasi) yang terjadi karena upaya transisi energi. Lantas apa itu demo rompi kuning di Prancis yang disinggung Gibran. Simak penjelasan berikut ini.
Sejarah Demo Rompi Kuning
Gerakan rompi kuning mulai mencuat di Prancis pada Oktober 2018 sebelum akhirnya pecah jadi aksi unjuk rasa besar-besaran pada 17 November 2018. Protes itu dipicu oleh kenaikan pajak bahan bakar solar dan harga bahan bakar fosil yang membuat biaya hidup hingga kesenjangan ekonomi di Prancis makin kentara.
Saat itu, setidaknya lebih dari 300 ribu orang berdemonstrasi di Paris yang terdiri dari buruh hingga petugas medis dan pelajar. Sejak itu banyak yang melanjutkan aksi blokade massa yang menyebabkan kemacetan dan kelangkaan bahan bakar jelang musim libur. Peserta terus menggelar aksi protes ini tiap Sabtu.
Di beberapa wilayah, demonstrasi berlangsung rusuh hingga menyebabkan 11 orang tewas dan sekitar 4 ribu orang terluka. Demonstrasi tersebut dipicu oleh sistem pajak yang memberatkan dan tidak sepadan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pajak bahan bakar itu merupakan strategi Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk membiayai pengembangan energi bersih.
Peserta memakai rompi warna kuning terang yang biasa digunakan sebagai bagian dari prosedur keselamatan sopir-sopir Prancis. Hal itu mencerminkan kesetiakawanan pada kelas pekerja dan rakyat jelata.
Dalam aksi itu, peserta demo menuntut kenaikan upah minimum, peningkatan kualitas hidup, hingga transparansi pemerintah. Demonstrasi yang awalnya memprotes kenaikan harga BBM dan pajak lambat laun berubah jadi gerakan memberontak terhadap pemerintahan Macron. Gerakan rompi kuning ini jadi salah satu tantangan paling besar bagi Macron selama memerintah Prancis.
Gibran Singgung Gerakan Rompi Kuning di Debat Cawapres
Gerakan demo rompi kuning atau 'The Yellow Vest Movement' di Prancis jadi perbincangan usai disinggung dalam Debat Pilpres 2024. Awalnya istilah demo rompi kuning disampaikan oleh cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka ketika bertanya tentang greenflation ke cawapres nomor urut 3 Mahfud MD.
Momen itu terjadi saat segmen tanya jawab antarcawapres debat keempat Pilpres 2024 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu (21/1/2024). Gibran mendapat kesempatan bertanya ke Mahfud.
Baca Juga: Cak Imin Membocorkan Isi Contekan saat Debat Cawapres: Bulkonah
"Bagaimana cara mengatasi greenflation?" tanya putra sulung Presiden Jokowi itu.
Mahfud lalu mengangkat mikrofon dan mengingatkan aturan agar penggunaan istilah disertai penjelasan. Moderator juga mengingatkan Gibran.
"Sesuai aturan istilah-istilah..." kata Mahfud yang kemudian dipotong moderator.
"Kami sampaikan kembali, terminologi atau singkatan mohon dijelaskan," sambung moderator disambut riuh pendukung di arena debat.
Gibran kemudian bicara. Dia mengaku tak menjelaskan istilah greenflation karena Mahfud adalah seorang profesor.
"Ini tadi tidak saya jelaskan karena beliau kan seorang profesor. Oke, greenflation adalah inflasi hijau, sesimpel itu," ucap dia.
Berita Terkait
-
Cak Imin Membocorkan Isi Contekan saat Debat Cawapres: Bulkonah
-
Anggap Gibran Offside saat Debat Cawapres, Gus Rouf: Dalam Bahasa Pesantrennya Suul Adab
-
Viral Relawan Gibran Membelot ke Ganjar-Mahfud, Publik Curigai Gerak-gerik Sosok Ini
-
Mahfud MD Sebut Ada Aparat Jadi Backing Tambang Ilegal, KSAD: Aparat yang Mana?
-
Ogah Dicap Anak Durhaka karena All In Prabowo-Gibran, Aurel Kasih Pesan Ini untuk Anang
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi
-
Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia
-
Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama
-
Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi
-
3 Lampu Emergency Terbaik dan Tahana Lama Sampai 20 Jam, Solusi Listrik Mati dalam Rumah Tangga
-
5 Tips Mengatur Posisi Jendela Rumah Menurut Feng Shui untuk Mendatangkan Energi Positif
-
Roy Suryo Lulusan Mana? Kini Ditangkap Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Beda Pendidikan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Sama-sama Ditangkap di Kasus Ijazah Jokowi