Suara.com - Said Aqil Siradj ikut menuai sorotan usai Abdi Negara Nurdin alias Abdee Slank mengundurkan diri Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) demi mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Sebagai informasi, Said Aqil Siradj hingga kini masih menjabat sebagai Komisaris PT KAI meskipun telah terang-terangan memberikan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Lantaran mengambil sikap berbeda dengan Abdee Slank, menarik untuk dikulik mengenai kekayaan sosok mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut.
Kekayaan Said Aqil Siradj
Mengutip dari laman E-LHKPN pada Jumat (26/1/2024), Said Aqil Siradj hanya pernah melaporkan harta kekayaannya pada tahun 2001. Kala itu, ia menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Dua puluh tiga tahun lalu, Said Aqil Siradj diketahui memiliki total harta kekayaan sebesar Rp.2.965.412.931 yang tersebar dalam beberapa bentuk aset.
Ia memiliki harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan senilai Rp1.215.000.000 yang tersebar di Jakarta Selatan, Malang, dan Cirebon.
Komisaris PT KAI itu juga mempunyai koleksi kendaraan senilai Rp231.500.000. Meliputi mobil Toyota Corolla dan Toyota Kijang. Kemudian sepeda motor Yahama dan Honda.
Selanjutnya, Said Aqil Siradj juga mempunyai harta dalam bentuk giro dan setara kas bernilai Rp1.363.063.132.
Baca Juga: Cak Imin Sibuk Gonta-ganti Filter di Live TikTok Perdana, Ini Efek yang Disukainya
Tak diketahui berapa total kekayaan Said Aqil Siradj saat ini. Namun, kemungkinan besar harta milik Komisaris PT KAI itu kini sudah berkali lipat lebih banyak dibanding 23 tahun lalu.
Sebagai tambahan informasi, gaji seorang komisaris di PT KAI diketahui mencapai Rp14 juta pada tahun 2022. Ditambah dengan insentif khusus sebesar Rp9 juta, serta remunerasi untuk tunjangan hari raya keagamaan senilai Rp886 juta.
Tag
Berita Terkait
-
Penampakan Gemas Videotron Cak Imin Usai Lawan Gibran, Netizen: Gemoy Sesungguhnya
-
Beda Gaji Abdee Slank vs Ahok Sebagai Komisaris: Satu Mundur, Satu Kekeuh Menjabat
-
Pantas Rela Mundur Demi Ganjar, Honor Manggung Abdee Slank Bisa Setara Gaji Komisaris BUMN
-
Segini Gaji Said Aqil dan Ahok, Sesama Komisaris BUMN Terang-terangan Dukung Capres
-
Anies Baswedan Sering Dengar Warga Merasa Dikhianati Prabowo: Tapi di Ruang Tertutup
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan