Suara.com - Nama Tom Lembong tengah ramai diperbincangkan sejak disentil cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dalam debat Pilpres 2024 pada Minggu (21/1/2024) lalu. Pria yang berstatus co-captain Timnas AMIN itu ramai diperbincangkan hingga jadi idola warganet karena punya profil mentereng dan penampilan yang necis.
Seiring dengan viralnya Tom Lembong, mantan Menteri Luar Negeri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Marty Natalegawa juga jadi pembicaraan hangat warganet.
Mirip dengan Tom Lembong, Marty Natalegawa digandrungi warganet karena visualnya yang dianggap menawan. Penampilan Marty yang necis dan nyaris selalu sempurna di segala situasi membuatnya jadi sosok menarik di mata warganet.
Yuk simak adu necis Tom Lembong vs Marty Natalegawa berikut ini.
1. Lagi Viral di Kalangan Warganet
Tom Lembong dan Marty Natalegawa belakangan ini viral di media sosial. Keduanya punya kesamaan yakni punya penampilan yang necis dengan setelan jas.
2. Karir Mentereng di Pemerintahan Indonesia
Baik Tom Lembong maupun Marty Natalegawa punya karier mentereng di pemerintahan Indonesia. Tom Lembong adalah Menteri Perdagangan RI pada Agustus 2015 hingga Juli 2016 di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu Marty Natalegawa adalah Menteri Luar Negeri Indonesia pada tahun 2009 silam di era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
3. Tulis Pidato Jokowi vs Diplomat
Tom Lembong adalah sosok penting di balik layar yang banyak menulis teks pidato Presiden Jokowi. Salah satu yang paling ikonik adalah pidato "Game of Throne" yang disampaikan Jokowi ketika pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali pada tahun 2018 lalu.
Sementara itu sebelum bergabung dengan pemerintahan SBY, Marty Natalegawa mengawali karirnya sebagai juru bicara Departemen Luar Negeri pada tahun 2002 hingga 2005. Selama karirnya sebagai diplomat, Marty Natalegawa tercatat memiliki sejumlah prestasi seperti menjabat sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB. Dia juga pernah menjabat sebagai kepala delegasi negara untuk beberapa konferensi internasional seperti PBB, OKI, hingga ASEAN.
4. Jabatan Saat Ini
Setelah meninggalkan pemerintahan, Tom Lembong mendirikan Consilience Policy Institute yang secara resmi beroperasi di Singapura. Lembaga ini adalah sebuah wadah pemikir yang mengadvokasi kebijakan ekonomi internasionalis dan reformis di Indonesia.
Baca Juga: Dari Mozart sampai Doja Cat, Selera Musik Tom Lembong Terkuak Lewat Spotify Wrapped 2023
Sementara itu setelah SBY menyelesaikan tugasnya, Marty Natalegawa tidak masuk lagi ke dalam susunan kabinet periode selanjutnya. Namun berdasarkan laman Bank Indonesia, saat ini Marty masuk dalam jajaran Dewan Kehormatan BI.
Selain itu Marty menjabat sebagai Direktur Independen Jardine Cycle & Carriage sejak tahun 2015 hingga saat ini. Dia juga menduduki jabatan Komisaris Independen Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sejak tahun 2016 hingga saat ini.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Disenggol 'Harvard Kalah Sama STIE', Ini Beda Level Pendidikan Tom Lembong vs Bahlil Lahadalia
-
Cerita Pedih di Balik Suara Ngebas Tom Lembong yang Disukai Donald Trump
-
Geser Jebolan Harvard Jadi Bos BKPM, Harta Bahlil Lahadalia 3 Kali Lipat Lampaui Tom Lembong
-
Dari Mozart sampai Doja Cat, Selera Musik Tom Lembong Terkuak Lewat Spotify Wrapped 2023
-
Riwayat Pendidikan Bahlil Lahadalia, Jebolan Dalam Negeri Lengserkan Tom Lembong Alumni Harvard dari BKPM
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi