Suara.com - Sosok Aguan dan Prajogo Pengestu banyak dicari, terkait dengan pemberian sumbangan dengan nilai fantantis untuk pembangunan Bandara Singkawang.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat mengatakan bahwa pembangunan Bandara Singkawang ditargetkan akan rampung pada Maret 2024. Ia mengaku sebagian dana proyek ini berasal dari 'sumbangan' sejumlah pengusaha ternama di Indonesia, sumbangan tersebut mulai dari Sugianto Kusuma atau Aguan hingga Prajogo Pangestu dan Anthony Salim.
Sebab pembangunan bandara ini dilakukan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan Corporate Social Responsibility (CSR) para pengusaha lokal Singkawang. Dengan demikian, sebagian pembangunan bandara ini tetap menggunakan APBN. Sedangkan sisanya berasal dari CRS para pengusaha, termasuk di antaranya adalah para pengusaha kelas kakap Indonesia.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut total APBN yang digunakan dalam pembangunan ini sekitar Rp 270 miliar sedangkan yang berasal dari CSR sekitar Rp 350 miliar.
Secara rinci Pui menjelaskan dana CSR ini digunakan untuk membangun terminal dan ruang tunggu bandara, serta untuk sisanya digunakan sebagai perpanjangan landasan pacu dari 1.400 meter menjadi 2.000 meter (atau sepanjang 600 meter). Sebagai tambahan informasi, Bandara Singkawang dibangun mulai dari tahun 2019 sampai dengan 2023. Bandara ini rencananya akan diresmikan pada bulan Maret 2024 nanti dan beroperasi pada bulan April 2024.
Sementara, gedung terminal penumpang seluas 8.000 meter persegi yang sejauh ini masih dalam progres pembangunan sudah mencapai 95% (tersisa pengisian interior terminal dan ruang tunggu) dan perpanjangan runway menjadi 2.000 meter (selesai dalam 1 atau 2 bulan ke depan) dibangun menggunakan dana dari CSR.
Proyek pembangunan Bandara Singkawang, Kalimantan Barat, menjadi fokus paling utama bagi sejumlah pengusaha ternama di Indonesia. Dalam upaya mendukung pembangunan ini, para pengusaha seperti Aguan, Prajogo Pangestu, dan Anthony Salim sudah menyumbangkan sebagian dana pembangunan melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan Corporate Social Responsibility (CSR).
Lantas siapakan sosok Aguan dan Prajogo Pangestu?
Profil Aguan dan Prajogo Pangestu
Baca Juga: Profil Agung Sedayu Group: Investor IKN yang Disebut Gibran, Siapa Pemiliknya?
Sugianto Kusuma atau biasa dikenal dengan sebutan Aguan merupakan bos Agung Sedayu, sebuah grup perusahaan properti terkemuka dan ternama di Indonesia. Ia lahir pada 10 Januari 1951 sehingga kini berusia 72 tahun.
Sosok beliau dikenal sebagai seorang konglomerat yang sukses membangun kerajaan bisnis properti, Agung Sedayu Group (ASG). Ia sendiri oleh sebagian pihak dimasukkan dalam kelompok konglomerat berpengaruh yang disebut dengan sebutan 9 naga. Informasi selebihnya, tak banyak ada membahas mengenai Aguan baik mengenai masa kecil maupun pendidikannya.
Sedangkan profil pemilik nama asli Phang Djoem Phen ini bukan berasal dari keluarga kaya. Ia terlahir dari keluarga biasa, hanya mampu mengenyam pendidikan sampai tingkat sekolah menengah. Pria berusia 77 tahun ini merupakan putra terlahir dari seorang pedagang karet. Prajogo Pangestu pernah bekerja sebagai supir angkot pada tahun 1960.
Hidupnya mulai berubah ketika dia merintis bisnis kayu pada tahun 1970-an, usai bertemu dengan pengusaha asal Malaysia, Bong Sun on atau Burhan Uray. Burhan mengajaknya bekerja di salah satu PT yaitu Djajanti Group, yang dimiliki Burhan pada tahun 1969. Seiring berjalannya waktu, bisnis yang dijalaninya mulai lancar hingga perusahaan itu berganti nama menjadi Barito Pacific.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Pabrik yang Timbulkan Bau Menyengat di Cilegon Ternyata Milik Orang Terkaya RI
-
Kenaikan Saham CUAN Dicurigai, Kini Diseret Paksa Masuk Papan Pemantauan Khusus
-
Saham CUAN Milik Prajogo Pangestu Terbang 6 Ribu Persen Lebih Usai IPO, BEI Mulai Curiga
-
Agung Sedayu Milik Siapa? Perusaahan Properti Investor IKN Disebut Gibran dalam Debat Cawapres 2024
-
Profil Agung Sedayu Group: Investor IKN yang Disebut Gibran, Siapa Pemiliknya?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Kenapa Cushion Cepat Oksidasi? Ini Penyebab dan 3 Rekomendasi untuk Makeup Anti Kusam
-
6 Shio yang Gampang Dapat Keberuntungan, Anak Emas Alam Semesta
-
4 Lipstik Wardah di Alfamart dengan Formula Transferproof hingga Foodproof
-
Apakah Sunscreen Wardah Boleh untuk Anak? Ini Batasan Usia dan 3 Rekomendasi Produknya
-
6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
-
Bedak Two Way Cake yang Bisa Menutupi Flek Hitam, Ini 5 Pilihan Terbaik dari Harga Termurah
-
Tas Sekolah yang Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 5 Brand yang Terkenal Kuat dan Ergonomis
-
3 Rekomendasi Sunscreen Wardah di Indomaret yang Cocok Dipakai Setiap Hari
-
Sepatu Versatile seperti Apa? Ini 5 Ciri dan Alasan Banyak Orang Memilihnya
-
Vitalis Eau de Royale Couture Wangi Apa? Parfum Minimarket yang Dipuji Elegan