Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, Mensos Risma kerap tidak hadir saat Presiden Jokowi membagi-bagikan bansos kepada masyarakat kurang mampu di berbagai daerah Indonesia. Padahal sudah menjadi tugas Risma sebagai Mensos untuk mengontrol pembagian bansos kepada warga.
Sementara itu, Presiden Jokowi terpantau baru saja menyerahkan bantuan pangan kepada warga yang tinggal di sekitar Gudang Bulog Purwomartani, Sleman, DIY pada Senin (29/1/2024).
Namun dalam pembagian bansos tersebut, tidak tampak batang hidung Risma. Absennya Risma dalam beberapa kesempatan pembagian bansos oleh Presiden Jokowi pun menjadi pertanyaan besar. Termasuk muncul isu keretakan hubungan Presiden Jokowi dengan Mensos Risma karena partai politik.
Kendati demikian, pihak Istana langsung memberikan klafirikasi terkait ketidakhadiran Risma dalam pembagian bansos. Alasannya, pembagian bansos oleh Jokowi melibatkan Bulog dan Badan Pangan.
"Mungkin karena pembagian bansos ini terkait dengan cadangan pangan ya. Kita sudah libatkan Bulog dan Badan Pangan," kata Koordinator Stafsus Presiden Ari Dwipayana saat ditemui awak media di kantor Kemensesneg, Senin (29/1/2024).
"Jadi lebih kepada hal tersebut, termasuk juga dengan mengecek mengenai keberadaan pangan di setiap daerah yang berpotensi krisis. Jadi yang diajak (untuk bagi bansos) tentu pihak-pihak yang berkaitan dengan itu," sambungnya.
Dalam kesempatan ini, pihak Istana juga membantah hubungan Risma dan Jokowi retak karena partai politik.
"Oh kalau itu enggak, enggak ada hubungannya kesana (partai politik)," tegas Ari.
Lalu, seperti apa sosok dari Ibu Risma ini? Simak inilah biodata dan profil sang Mensos RI.
Baca Juga: Jokowi Bagi-bagi Bansos Sembako Tanpa Risma, Sri Mulyani Singgung Penanggung Jawab dan Eksekutor
Profil Tri Rismaharini
Dr. (H.C.) Ir. Hj. Tri Rismaharini, M.T. atau akrab disapa dengan nama Ibu Risma, saat ini masih aktif menjabat sebagai Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju.
Perempuan kelahiran Kediri, 20 November 1961 ini menghabiskan masa kecilnya di Kediri. Risma dan keluarganya kemudian pindah ke Surabaya, Jawa Timur, saat mau masuk SMP.
Risma berhasil lulus dari SMP Negeri 10 Surabaya dan SMA N 5 Surabaya, di mana kedua sekolah itu adalah sekolah negeri favorit di Surabaya.
Selanjutnya, Risma mengambil jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan berhasil lulus pada tahun 1987 silam. Ia mengawali kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya pada awal tahun 1990-an.
Sosoknya kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan magisternya di ITS. Di sana ia mengambil jurusan Manajemen Pembangunan Kota dan berhasil lulus pada 2002. Risma juga menerima penghargaan doktor honoris causa dari almamaternya tersebut.
Berita Terkait
-
Peringatan Hari Disabilitas Internasional, Mensos Risma Gencarkan Operasi Katarak
-
Mensos: Sejak 2021, Kemensos Tak Lagi Beri Bantuan dalam Bentuk Barang, Tapi Uang Tunai
-
Mensos Tri Rismaharini Sebut Doni Monardo Laik Jadi Pahlawan Nasional, Begini Alasannya
-
Mensos Tinjau Korban Banjir di Aceh Tenggara dan Menyerahkan Bantuan
-
Usai Diserang Pendukung Ganjar, Kiky Saputri Ajak Mensos Risma Berandai Jadi Capres-Cawapres
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan