Suara.com - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru-baru ini kembali jadi sorotan. Ia menjadi bahan perbincangan usai menyampaikan pandangannya bahwa calon presiden Prabowo Subianto tidak layak untuk dipilih sebagai presiden.
Dalam sebuah acara, Ahok menyoroti pentingnya kesehatan bagi seorang pemimpin yang ingin memegang jabatan presiden. Ahok juga menilai bahwa Prabowo memiliki riwayat kesehatan yang tidak baik dan sifat yang mudah marah, sehingga tidak cocok untuk menjadi presiden.
Bahkan, ia mengemukakan bahwa Gibran Rakabuming mungkin akan mengambil alih posisi presiden jika Prabowo menghadapi masalah kesehatan.
"Tapi persoalan pilih presiden, kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat. Kita tidak mau pilih orang yang emosional. Kita tidak mau pilih orang yang tidak terbukti bisa kerja. Nah ini presiden lho, dan lagipula kita khawatir kalau tiba-tiba Gibran yang naik,” kata Ahok.
Pernyataan Ahok ini mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian setuju dengan pandangannya karena menganggap bahwa pada usia yang sudah tidak muda, Prabowo mungkin rentan terhadap masalah kesehatan. Namun, ada juga yang tidak setuju karena menurut hasil tes fisik, kondisi kesehatan Prabowo masih baik.
Sebagai seorang pemimpin, seseorang tentu harus memiliki beberapa sifat yang menjadikannya presiden hebat. Lantas sifat apa saja itu? Berikut ini seperti dilansir dari berbagai sumber.
Kesadaran Diri dan Kerendahan Hati
Mengetahui diri sendiri dengan baik dan memiliki kerendahan hati merupakan aspek utama kepemimpinan. Memahami kekuatan dan kelemahan diri membantu meningkatkan efektivitas kepemimpinan. Penting untuk memahami bagaimana orang lain melihat Anda dan bagaimana penampilan Anda di tempat kerja dan di rumah. Pelajari dan kuatkan empat aspek kesadaran diri untuk meningkatkan kepemimpinan Anda.
Hormat
Baca Juga: Pernah Puji Anies, Gambar Veronica Tan Disandingkan dengan Fery Farhati Menyala!
Perlakuan hormat terhadap orang lain setiap hari merupakan hal penting bagi seorang pemimpin. Hal ini membantu meredakan konflik, membangun kepercayaan, dan meningkatkan efektivitas. Ciptakan budaya yang menghargai pandangan orang lain dan membangun rasa memiliki di tempat kerja untuk mendukung kesetaraan, keberagaman, dan inklusi.
Kasih Sayang
Belas kasih adalah tindakan kepemimpinan yang penting. Lebih dari sekadar mendengarkan, belas kasih melibatkan tindakan berdasarkan pemahaman terhadap kebutuhan orang lain. Tindakan konkret setelah mendengarkan memberikan rasa didengar dan membangun kepercayaan.
Visi
Memotivasi dan mengumpulkan komitmen dari orang lain merupakan bagian penting kepemimpinan. Pemimpin berorientasi pada tujuan menghubungkan tugas sehari-hari dengan visi organisasi, memberikan makna pada pekerjaan karyawan, dan meningkatkan keterlibatan.
Komunikasi Kepemimpinan dan komunikasi saling terkait. Pemimpin yang baik adalah komunikator terampil dalam berbagai situasi dan dengan berbagai orang. Komunikasi yang efektif mendukung kesuksesan strategi bisnis organisasi.
Ketangkasan Belajar
Ketangkasan belajar adalah kemampuan untuk bertindak dalam situasi yang tidak biasa. Semua orang dapat meningkatkan ketangkasan belajar melalui latihan dan usaha yang disengaja. Kolaborasi Pemimpin yang efektif dapat bekerja dengan berbagai rekan kerja dari berbagai latar belakang. Kolaborasi memungkinkan peningkatan inovasi, kinerja tim.
Pengaruh
Seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Pengaruh autentik dan transparan diperlukan untuk membujuk orang lain.
Integritas
Integritas penting bagi individu dan organisasi. Penting untuk menegaskan kejujuran dan integritas di semua tingkatan organisasi.
Keberanian Keberanian dibutuhkan untuk mengungkapkan pendapat dan mengambil tindakan yang benar. Para pemimpin harus mempromosikan keamanan psikologis di tempat kerja untuk mendukung keberanian dan pengungkapan kebenaran.
Syukur
Bersyukur meningkatkan harga diri dan kesejahteraan karyawan. Para pemimpin terbaik sering menunjukkan rasa terima kasih di tempat kerja.
Ketahanan
Ketahanan adalah kemampuan untuk merespons tantangan secara adaptif. Pemimpin yang tangguh membantu karyawan menjaga kekuatan emosional dan berkomitmen pada visi bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Puasa Ramadan Bikin Berat Badan Naik? Begini Penjelasan Ahli Gizi RSA UGM
-
Apakah Sepeda Listrik Lipat Boleh Masuk KRL? Cek 6 Rekomendasi yang Diizinkan
-
Bukan LPDP! 5 Beasiswa Fully Funded Ini Tidak Wajibkan Penerima Kembali ke Indonesia
-
45 Desain Amplop Lebaran Gratis Siap Print, Model Unik Bikin THR Makin Berkesan
-
7 Sepatu Lebaran Tanpa Tali untuk Orang Tua, Jalan Kaki Nyaman Bebas Ribet
-
Apakah Sepeda Listrik Bisa Meledak? Cek 6 Rekomendasi Selis Terbaik Bebas Korsleting
-
Rumus dan Cara Perhitungan THR Kurang dari 1 Tahun, Pekerja Baru Wajib Tahu!
-
5 Rekomendasi Sabun Muka pH Balance untuk Jaga Skin Barrier Tetap Sehat
-
Magrib Jogja Hari Ini Jam Berapa? Ada yang Buka Puasanya Lebih Cepat dari Kemarin
-
4 Rekomendasi Sabun untuk Wajah Berminyak dan Berjerawat