Melalui rumah produksi yang ia dirikan bersama Panca, Dandhy berhasil menelurkan 125 episode dokumenter dan 540 feature televisi.
WatchDoC juga akhirnya memperoleh penghargaan internasional melalui Ramon Magsaysay Award 2021 untuk kategori Emergent Leadership in Organisation.
Karier Dandhy tak luput dari beberapa kontroversi, dan Dirty Votebukan satu-satunya kontroversi yang pernah dituai oleh sosok sutradara ini.
Dandhy sempat dituding sebagai biang kerok provokator saat menulis pendapatnyaa di Twitter terkait kerusuhan di Papua dan Wamena pada September 2019.
Ia dijatuhi hukuman kurungan penjara lantaran melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Andhy Panca sempat menceritakan bagaimana Dandhy sempat digeret ke kantor polisi lantaran cuitan yang ia buat di Twitter.
"Ada tamu menggedor-gedor pagar rumah, lalu dibuka oleh Dandhy. Tamu dipimpin Bapak Fathur mengatakan membawa surat penangkapan karena alasan posting di sosial media Twitter mengenai Papua," beber Andhy Panca Kurniawan.
Berikut bunyi kicauan yang membuat Dandhy dibui:
"JAYAPURA (foto 1), Mahasiswa Papua yang eksodus dari kampus-kampus di Indonesia, buka posko di Uncen. Aparat angkut mereka dari kampus ke Expo Waena. Rusuh. Ada yang tewas," cuit Dandhy.
Baca Juga: Tanggapi Film Dirty Vote, Anies: Hati-Hati Rakyat Marah!
"WAMENA (foto 2), Siswa SMA protes sikap rasis guru. Dihadapi aparat. Kota rusuh. Banyak yang luka tembak," lanjutnya.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Tanggapi Film Dirty Vote, Anies: Hati-Hati Rakyat Marah!
-
Bak Langit Bumi dari Tom Lembong, Eks Mendag Ini Sebut Dirty Vote Propaganda untuk Jelekkan Nama Jokowi
-
Soal Film Dirty Vote, JK: Masih Banyak Lagi yang Perlu Dibongkar
-
Masuk Trending Topic X, Film Dirty Vote tentang Apa?
-
Ngaku Baru Separuh Nonton Dirty Vote, Cak Imin: Kalau Curang, Hancur 5 Tahun Kita
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana