Ide jualan di bulan Puasa Ramadhan yang kekinian berikutnya adalah pudding fla. Anda bisa megombinasikan pudding yang kenyal dengan fla yang lembut dan manis.
Rasa pudding fla pun cukup beragam, mulai dari cokelat, vanila, hingga buah-buahan. Simpan di kulkas supaya lebih enak.
5. Dimsum
Beberapa orang sering menghindari nasi untuk berbuka, sebagai gantinya, tidak sedikit yang memilih dimsum.
Selain menjual dimsum, jangan lupa untuk menjual sausnya. Supaya lebih variatif, Anda juga bisa menggunakan bahan dimsum untuk membuat siomay.
6. Risol
Dari sayuran sampai mayonaise, risol memang salah satu gorengan yang hampir disukai semua kalangan. Jajanan pasar ini biasanya dijual mulai dari Rp2.000. Untuk risol sayur, akan lebih baik jika Anda memberikan cabai.
7. Pisang nuget
Bosan dengan pisang goreng? Cobalah berkreasi dengan pisang nugget. Cara membuatnya pun cukup sederhana. Namun, Anda bisa menjualnya dengan harga lebih mahal.
Baca Juga: Panduan Lengkap Doa Menyambut Bulan Ramadhan: Arab, Latin, Arti dan Cara Mengamalkannya
Pisang nugget bisa dijual dengan harga mulai dari Rp1.000. Cukup Anda sesuaikan dengan bahan dan ukuran.
8. Sosis bakar
Rasanya yang gurih membuat sosis bakar menjadi salah satu ide jualan puasa yang banyak dipilih. Namun, pastikan Anda juga menyediakan varian saus pendampingnya.
Sosis bakar biasanya dijual dengan harga mulai dari Rp2.000. Makanan ini sangat digemari anak-anak.
9. Es buah
Membicarakan de jualan di bulan Ramadhan rasanya kurang lengkap tanpa es buah. Rasa buah yang segar berpadu degan manisnya susu dan dinginnya air es membuat jajanan ini digemari.
Saat membuat es buah, pilihlah buah yang relatif murah, seperti semagka, melon, dan pepaya. Satu gelas es buah biasa dijual dengan harga mulai dari Rp5.000
10. Tahu walik
Gurih dan krispi membuat tahu walik banyak digemari. Tak jarang, Anda juga bisa menambahkan bumbu pada tahu walik original.
Satu potong tahu walik bisa dijual dengan harga mulai dari Rp1.000. Usahakan untuk menggoreng tahu di dekat jam buka puasa.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Panduan Lengkap Doa Menyambut Bulan Ramadhan: Arab, Latin, Arti dan Cara Mengamalkannya
-
Kapan Puasa Ramadhan 2024? Ini Jadwal Mulainya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Kapan Libur Awal Puasa Ramadhan 2024 untuk Anak Sekolah? Ketahui Jadwalnya
-
Berapa Hari Lagi Kita Puasa 2024? Sudah Masuk Syaban, Hitung Mundur Menuju Ramadhan!
-
Apakah Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab Bisa Mengganti Puasa Qadha Ramadhan? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
Ledakan Dekat Hotel yang Bikin Pemain Vietnam Tak Bisa Tidur Pulas Bukan Ulah Suporter Indonesia
-
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.997 Jelang Laporan Pertumbuhan Ekonomi RI
-
Ramai-ramai Pasang Pagar Tinggi, Pakuwon Mall Jogja Tepis Isu demi Keamanan
-
Menkomdigi Tegaskan Konten Eben Martono di Ajang GIIAS Langgar UU PDP, Bisa Dipidana
-
5 Lip Tint Tahan Lama Lebih dari 8 Jam, Bibir Lembap Seharian
-
Putusan MK soal MBG Sarat Kompromi Politik, Bukan Murni Pertimbangan Hukum
-
Siswa Madrasah di Pati Patah Jari Usai Di-Bully, Pengakuan Keluarga dan Sekolah Bertentangan
-
GPFE 2026: Perkuat Kolaborasi Pengadaan, Dorong TKDN, dan Dukung Program Prioritas Nasional
-
DPR Soroti Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Jangan Ada Toleransi untuk Kapal Tak Laik