Suara.com - Bima Arya Sugiarto menyoroti hasil perhitungan suara atau real count Pemilu 2024 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Ia mempertanyakan mengapa suara sang istri, Yane Ardian yang mencalonkan diri sebagai DPR RI Dapil 3 Jawa Barat turun drastis di situs KPU.
Jika pada 17 Februari 2024 Yane Ardian memperoleh suara sebanyak 9.558, dua hari setelahnya suara istrinya turun drastis ke angka 4.713.
"Tersisa 4.000 suara, turun gitu," ujar Bima Arya kepada wartawan, dikutip Selasa (20/2/2024).
Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun membeberkan bahwa dirinya sudah menghubungi Ketua KPU, namun belum mendapatkan penjelasan secara gamblang.
"Saya telepon Ketua KPU memang penjelasannya tidak terlalu jelas. Hanya menyampaikan Sirekap tidak lagi menjadi rujukan, tapi bagaimanapun juga harus ada penjelasan dari KPU Pusat," terusnya.
Profil Bima Arya Sugiarto
Bima Arya Sugiarto merupakan seorang politisi kelahiran Bogor, Jawa Barat pada 17 Desember 1972. Ia sekarang ini menjabat sebagai Wali Kota Bogor hingga April 2024 mendatang.
Suami Yane Ardian ini adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Ayahnya merupakan purnawirawan polisi bernama Brigjen Pol (Purn) Toni Sugiarto. Sementara, sang ibu bernama Melinda Susilarini.
Baca Juga: Ganjar Dorong Parpol Gunakan Hak Angket Di DPR, Formappi: Usaha Boleh-boleh Saja, Tapi...
Bima Arya merupakan lulusan S3 Australian National University. Sebelumnya, ia juga pernah menempuh kuliah S1 di Universitas Parahyangan dan S2 di Monash University.
Sebelum menjabat menjadi wali kota Bogor, Bima Arya pernah menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi yang ada di Tanah Air. Meliputi dosen di Universitas Parahyangan pada 1998-2001.
Kemudian, dosen di Universitas Paramadina pada 2001, asisten wakil rektor bidang kemahasiswaan di Universitas Paramadina pada 2001-2002, dan lainnya.
Kekayaan Bima Arya Sugiarto
Mengutip dari laman E-LHKPN, per 31 Desember 2022 Bima Arya melaporkan total harta kekayaannya sebesar Rp6.367.987.500.
Ia memiliki sebidang tanah dan bangunan di Kota Bogor yang nilainya mencapai Rp5.998.487.500. Lalu, Trex Road Bike tahun 2020 seharga Rp95.000.000, harta bergerak lain Rp179.500.000.
Berita Terkait
-
Ganjar Dorong Parpol Gunakan Hak Angket Di DPR, Formappi: Usaha Boleh-boleh Saja, Tapi...
-
Usai Anies Keok, Politisi NasDem Unggah Potret Kebersamaan Surya Paloh dan Prabowo: 2 Sahabat
-
Suara Istrinya Turun Drastis, Bima Arya Pertanyakan Real Count KPU
-
Miris! Dede Sunandar Terjungkal di Politik: 2 Mobil Ludes Cuma dapat 10 Suara
-
Beredar Daftar Nama Menteri Kabinet Prabowo-Gibran, Begini Respons TKN
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
7 Cara Jitu Hadapi Post-Holiday Blues bagi Karyawan setelah Mudik Lebaran
-
Hukum Puasa Syawal tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadhan
-
Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Ramadan, Lengkap dengan Hukumnya Jika Digabung
-
10 Ciri-Ciri Kolesterol Naik yang Jarang Diketahui dan Cara Mengatasinya
-
Jadwal Operasional Kantor Pos dan Ekspedisi Pasca Lebaran 2026
-
Bacaan Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Tata Caranya
-
5 Contoh Sambutan Halal Bihalal RT Lebaran 2026: Singkat, Sopan, dan Menyentuh Hati
-
11 Kontroversi Irawati Puteri Penerima LPDP, Diduga Kerja Tanpa Lisensi
-
5 Rekomendasi Tablet dengan SIM Card Murah 2026, Cek di Sini!
-
Viral Video Pawai Takbiran Azab Korupsi MBG di Lombok, Ada Siksa Kubur