Suara.com - Unggulnya perolehan suara Paslon 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 membuat nama Titiek Soeharto digadang-gadang menjadi Ibu Negara.
Diketahui Siti Hediati Hariyadi pernah menikah dengan Prabowo pada tahun 1983, tetapi akhirnya berpisah pada tahun 1998 seiring dengan kejatuhan orde baru.
Sosok Titiek pun jadi dibandingkan dengan Iriana Jokowi yang kini menjadi Ibu Negara. Apalagi karena latar belakang keluarga Iriana dan TItiek yang boleh dibilang jauh berbeda.
Latar Belakang Titiek Soeharto
Dari namanya pun sudah terungkap jelas seperti apa latar belakang keluarga Titiek Soeharto. Titiek merupakan anak keempat dari Presiden ke-2 Soeharto dan Siti Hartinah alias Tien Soeharto.
Dengan profil keluarga yang sangat mentereng, tak heran bila hidup Titiek tergolong berkecukupan. Pendidikannya juga mumpuni, yakni pernah bersekolah di SMAN 3 Jakarta (1974-1977), lalu dilanjutkan ke jenjang S1 Ekonomi di Universitas Indonesia (1978-1985).
Titiek Soeharto dinikahi Prabowo Subianto saat masih kuliah semester 5, tepatnya pada Mei 1983. Lalu pada 22 Maret 1984, Titiek melahirkan anak semata wayangnya, Didit Hediprasetyo.
Menurut LHKPN-nya, Titiek memiliki harta kekayaan sebesar lebih dari setengah triliun Rupiah. Selain itu, Titiek juga sempat mengemban sejumlah amanah seperti memimpin Yayasan Seni Rupa Indonesia (2010-2015), komentator Piala Dunia FIFA 2006, hingga menjadi juri Puteri Indonesia 2014.
Latar Belakang Iriana Jokowi
Baca Juga: AHY Jadi Menteri ATR, Intip Perbandingan Harga Jam Tangan Annisa Pohan dan Titiek Soeharto
Sedangkan Iriana berasal dari lingkungan keluarga sederhana. Iriana adalah anak pertama dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi yang keduanya sama-sama berprofesi sebagai guru.
Nama Iriana tergolong unik dibandingkan saudara-saudaranya yang lain, sebab merupakan pemberian sang kakek yang terinspirasi dari daerah Irian Jaya alias Papua.
Iriana diketahui berteman dengan adik Presiden Joko Widodo yang menjadi cikal bakal hubungan mereka. Jokowi lalu resmi menikahi Iriana pada 24 Desember 1986 alias saat Iriana masih duduk semester 6 perkuliahannya.
Berita Terkait
-
AHY Jadi Menteri ATR, Intip Perbandingan Harga Jam Tangan Annisa Pohan dan Titiek Soeharto
-
Intip Kedekatan Annisa Pohan dan Selvi Ananda dengan Istri Presiden, Mana Lebih Disayang Mertua?
-
Terungkap! Artis Cantik Ini Pernah Mau Dijodohkan dengan Prabowo, Kok Gagal Nikah?
-
Ibu Negara dan Kahiyang Ayu Tampil Anggun saat Kondangan, Warganet Salfok ke Istri Bobby
-
Gagal Jadi Calon Ibu Negara, Kelakuan Annisa Pohan Saat Sekolah Beda Jauh dari Selvi Ananda
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Diwarnai Ketegangan Dua Kubu, Ribuan Warga Tetap Rebutan Telur Asin & Janur di Sekaten Solo
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Skandal Suap BPK Meluas, KPK Endus Pengondisian Audit Tak Hanya di Muara Enim
-
Potret RDF Rorotan, 'Pabrik' yang Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar
-
Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
-
Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi
-
Bisnis Judi di Singapura Memanas, Berebut Penjudi Kakap dari China hingga Indonesia
-
Pramono Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II DKI, Singgung Soal Penyegaran dan Penyempurnaan
-
Ulasan Black Beauty: Kisah Seekor Kuda tentang Kebaikan dan Kemanusiaan
-
Soroti 52 Persen BUMN Rugi, Pakar UGM Sebut Perampingan Perusahaan Efektif Jika Korupsi Diberantas