Suara.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari meledek habis-habisan nasib karier politik Ganjar Pranowo yang diduga akan kalah di Pilpres 2024.
Sebab bila dilihat di situs pemilu2024.kpu.go.id, sampai Minggu (25/2/2024) pukul 16.00 WIB, Paslon 03 Ganjar-Mahfud MD duduk di urutan buncit dengan perolehan suara sebanyak 20,96 juta atau setara dengan 16,77%.
“Diskusi mengenai Ganjar ini nggak panjang. Ibarat tabungan di bank, dia sekarang saldonya nol. Saldonya kemarin sudah dipakai buat Pilpres, ternyata amsyong,” tutur Qodari, dikutip dari akun X @proclaro_lover.
Menurutnya, Ganjar sudah menghabiskan semua daya politiknya demi memperebutkan kursi RI 1. “Apa yang sekarang dipunyai Ganjar? Partai nggak punya, kursi DPR nggak punya,” ungkap Qodari.
Pernyataan ini tentu menimbulkan beragam reaksi, apalagi karena kubu 03 tengah mendorong dilaksanakannya Hak Angket untuk menyelidiki dugaan adanya kecurangan dalam Pemilu 2024.
Tak heran bila sosok Muhammad Qodari seketika menjadi sorotan publik. Pernyataan lawas maupun profilnya ramai diulik masyarakat, termasuk rekam jejaknya yang pernah mendorong Presiden Joko Widodo untuk kembali menjabat dengan menggandeng Prabowo Subianto sebagai wakilnya.
Pernyataan ini pernah dilontarkan pada periode Februari-Maret 2021 dan Qodari merupakan Penasihat Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo (Seknas Jokpro) 2024. “Saya yakin walau terjadi pro kontra, tapi ongkos politik yang dikeluarkan sekarang akan kecil dan lebih terkendali ketimbang nanti 2024 kita alami benturan lagi,” ujar Qodari kala itu.
Qodari bahkan pernah menilai amandemen UUD 1945 untuk mengakomodir usulnya tersebut sangat mungkin dilakukan bila memperhitungkan kekuatan dukungan Jokowi di parlemen. Pasalnya diketahui Jokowi memegang hampir 80 persen koalisi di parlemen selama menjabat pada periode 2019-2024.
“Memang UUD 45 sudah mengatur Pasal 37, bahwa UUD 45 bisa diubah sejauh syarat-syaratnya dipenuhi, (seperti) diusulkan sepertiga anggota MPR, kemudian dihadiri 2/3 anggota MPR, dan juga disetujui 50 persen plus 1 kalau nggak salah, nanti bisa dicek konstitusinya. Tapi intinya sejauh syarat-syarat itu terpenuhi, maka kemudian amandemen bisa dilakukan,” terang Qodari dalam diskusi bertajuk “1 Jam Lebih Dekat bersama Dalang Jokpro 2024” pada Rabu (11/8/2021).
Baca Juga: Prediksi Yusril Jika Kubu Ganjar dan AMIN Gugat Pilpres ke MK, Begini Jadinya
“Jadi kalau kita bicara kekuatan politik yang ada pada hari ini, ya yang ada di parlemen, itu menurut saya sudah sangat mendekati syarat-syarat untuk peluang bisa terjadinya amandemen,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Specs untuk Pemula, Mulai Rp200 Ribuan
-
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok
-
5 Body Lotion untuk Mencerahkan dan Meratakan Warna Kulit Setelah Mudik
-
Terpopuler: Bank BCA Kapan Buka? Promo Alfamart Paling Murah Sejagat
-
7 Rekomendasi Sunscreen Ringan Hasil Matte, Tidak Bikin Wajah Kelihatan Berminyak
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas