Lifestyle / Komunitas
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB
Ilustrasi Mahasiswa (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Baca 10 detik
  • BINUS University menggelar BINUS Engineering Week 2026 di Kemanggisan untuk merespons tantangan global melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
  • Mahasiswa menampilkan berbagai solusi teknologi hijau serta sistem digital guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan efisiensi industri masa depan.
  • Kegiatan ini mendorong sinergi antara dunia pendidikan dan industri agar riset mahasiswa dapat diimplementasikan secara nyata bagi masyarakat.

Suara.com - Perkembangan teknologi dan perubahan global yang semakin cepat dinilai menghadirkan tantangan baru di berbagai sektor. Mulai dari krisis lingkungan, transisi energi, hingga perkembangan artificial intelligence dan Industry 5.0 kini menjadi isu yang perlu direspons melalui inovasi dan kolaborasi lintas bidang.

Di tengah kondisi tersebut, mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai katalis perubahan dan penggerak inovasi. Peran itu mengemuka dalam BINUS Engineering Week 2026 yang digelar BINUS University di BINUS Kemanggisan.

Kegiatan bertema “Sustainable Engineering in Creating Global Impact and Competitiveness” itu mempertemukan akademisi, peneliti, industri, hingga mahasiswa untuk membahas tantangan pembangunan berkelanjutan dan perkembangan teknologi masa depan.

Rektor BINUS University, Nelly, mengatakan engineering saat ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sistem atau teknologi semata.

Menurutnya, dunia engineering juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Engineering is not only about building systems, but also about building a sustainable future,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Dalam forum tersebut, mahasiswa dari berbagai bidang seperti Architecture, Civil Engineering, Food Technology, Biotechnology, Computer Engineering, dan Industrial Engineering menampilkan sejumlah inovasi yang berfokus pada solusi teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Beberapa karya yang dipamerkan menyoroti pengembangan teknologi hijau, efisiensi industri, hingga sistem digital yang mendukung transformasi teknologi. Inovasi tersebut dinilai menunjukkan bahwa mahasiswa tidak lagi hanya menjadi peserta pendidikan, tetapi juga mulai terlibat dalam pencarian solusi atas persoalan sosial dan lingkungan.

Selain memamerkan karya mahasiswa, kegiatan itu juga menghadirkan diskusi mengenai pentingnya hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Kolaborasi dinilai menjadi salah satu cara untuk memastikan riset dan inovasi yang lahir di kampus dapat diterapkan secara nyata.

Baca Juga: Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, mahasiswa dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan. Tidak hanya melalui kemampuan teknis, tetapi juga melalui gagasan yang lebih adaptif terhadap tantangan global.

Load More