Suara.com - Anofial Asmid, ayah Atta Halilintar, dituding mengklaim tanah pondok pesantren Al Anshar, Pekanbaru, Riau. Polemik ini sudah terjadi sejak 20 tahun lalu, namun baru muncul ke publik usai adanya gugatan.
Diketahui bahwa Asmid mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Pekanbaru pada 23 Januari 2024 lalu. Adapun isinya untuk mengesahkan tanah seluas 13.958 m2 dan 923 m2 itu sah menjadi miliknya.
Namun, disebut-sebut tanah itu dibeli secara kolektif oleh anggota Yayasan Pondok Pesantren Al Anshar Pekanbaru. Kasus tersebut pun lantas membuat gurita bisnis Anofial Asmid ikut disorot. Ada apa saja?
Gurita Bisnis Anofial Asmid
Anofial Asmid diketahui memiliki sejumlah bisnis sebagai ladang pemasukannya. Adapun yang pertama berupa kafe di Prancis. Namun, tak ada informasi soal nama, alamat lengkap, hingga menu yang ditawarkan.
Bukan hanya kafe, ayah Atta Halilintar itu juga disebut-sebut sudah berdagang di beberapa negara sejak tahun 1993. Di negara yang jadi pusat mode dunia tersebut, Asmid dan istrinya bahkan diketahui memiliki bisnis butik.
Tak cukup sampai di situ, kedua mertua Aurel Hermansyah itu pun dikabarkan memiliki peternakan kambing yang sangat luas di Australia. Adapun pundi-pundi yang mereka peroleh tidak hanya berasal dari bisnis saja.
Asmid dan keluarganya aktif membuat konten melalui kanal Youtube Gen Halilintar yang kini sudah memiliki 18,6 juta subscriber. Mereka pun berhasil meraih penghasilan dari iklan yang muncul dalam video-video tersebut.
Di sisi lain, pria kelahiran 1968 dan lulusan Universitas Indonesia (UI) itu juga merupakan selebgram. Asmid memiliki akun Instagram terverifikasi dengan 1,3 juta pengikut. Hal ini membuatnya kerap ditawari banyak endorse.
Baca Juga: Berapa Kekayaan Ayah Atta Halilintar? Kini Terseret Masalah Aset Ponpes sampai Rp26 Miliar
Kemudian, ia bersama Gen Halilintar telah merilis sebanyak 11 lagu. Karya ini digarap sejak tahun 2015 hingga 2019. Melalui perilisan belasan lagu tersebut, pundi-pundi kekayaan Anofial Asmid pun bertambah.
Kasus Tanah Ponpes Pekanbaru
Dalam perkara nomor 35/pdt.G/2024/PN Pbr., Anofial Asmid menggugat Yayasan Al Anshar Pekanbaru. Ia meminta pengadilan menetapkan para tergugat telah melakukan perbuatan yang melawan hukum.
Asmid juga meminta pengadilan menghukum para tergugat dengan menyerahkan Sertifikat Hak Milik Nomor 3.770 tanggal 4 April 1998 dan Sertifikat Hak Milik Nomor 4546 tanggal 28 September 1999 kepada dirinya.
Lebih lanjut, ia juga meminta ganti rugi senilai Rp29 miliar dan kerugian imateriil Rp10 miliar. Tak hanya itu, Asmid meminta pengadilan mengesahkan tanah seluas kurang lebih 13.958 m2 dan 923 m2 sah sebagai miliknya.
Sementara itu, pengacara Yayasan Ponpes Al Anshar Pekanbaru Dedek Gunawan angkat bicara. Ia mengatakan tanah itu dibeli secara kolektif oleh anggota yayasan saat Asmid memimpin di Ponpes Al Anshar.
Namun, aset tersebut diambil alih menjadi atas nama Anofial Asmid. Adapun dikatakan oleh Dedek, ayah Atta Halilintar itu telah dikeluarkan dari yayasan pada tahun 2004 silam dan Al Anshar pun merasa dirugikan.
Meski begitu, yayasan membuka jalur perdamaian demi mempermudah proses perizinan. Komunikasi dengan Asmid, kata Dedek, sebenarnya sudah dibuka. Hanya saja, hal tersebut gagal dilakukan.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Berapa Kekayaan Ayah Atta Halilintar? Kini Terseret Masalah Aset Ponpes sampai Rp26 Miliar
-
Dituding Bawa Kabur Uang Yayasan Rp2 Miliar, Ini 5 Sumber Kekayaan Anofial Asmid Ayah Atta Halilintar
-
Profil Anofial Asmid Ayah Atta Halilintar Punya Banyak Bisnis di Luar Negeri, Kini Terseret Sengketa Tanah
-
Ayah Atta Halilintar Diduga Merampas Aset Tanah Milik Pesantren Senilai Rp26 Miliar
-
Dear Ayah Atta Halilintar, Pihak Yayasan Mau Bicara Baik-Baik Selesaikan Kisruh Tanah Sengketa Ponpes
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara
-
Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus
-
BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
BNI Perkuat Akses Hunian Masyarakat Lewat Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi
-
Leo/Daniel Jadikan Gelar Juara Taipei Open 2026 Sebagai Kado Ultah
-
Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat
-
Gantung Sepatu Demi Keluarga, Eks Sprinter Asian Games Comeback di Lintasan Aspal
-
Belajar dari Kerja Praktik: Coding Terbaik Adalah yang Mampu Menyelesaikan Masalah Nyata
-
Promo Tiket Bioskop CInepolis, Khusus Nasabah BRI