Suara.com - Santet atau sihir memang diakui dalam Islam. Penggunaan sihir tersebut biasanya melibatkan makhluk gaib berupa jin yang bekerja sama dengan manusia. Pendakwah ustaz Dennis Lim membenarkan kalau manusia memang bisa saja terkena santet. Santet yang diterima itu bisa bermacam-macam jenis dan bentuknya.
"Tergantung dikenainnya apa, ada yang pake sihir, ada yang kena penyakit ain, ada yang memang sampai, naudzubillah, di dalam tubuh ada paku," ucap pria yang akrab disapa Koh Dennis tersebut saat jadi bintang tamu dalam acara SauRans, dikutip Selasa (26/3/2024).
Santet hingga ditemukan benda asing di dalam tubuh juga memang bisa saja terjadi. Hal tersebut tentu melibatkan bangsa jin untuk bisa melakukannya. Koh Dennis mengatakan kalau bangsa jin memang diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa memindahkan benda secara gaib.
"Kalau kita baca surat An Naml, kisah Nabi Sulaiman yang memperistri Ratu Bilqis, salah satu bawahan Nabi Sulaiman, jin, bisa memindahkan singgasana Ratu Bilqis. Jadi memang bangsa jin bisa memindahkan benda sampai singgasana yang besar sekalipun. Apalagi kalau cuma awan atau paku yang benda kecil sekalipun," tuturnya.
Seseorang bisa jadi mudah menjadi korban santet dilihat dari kondisi rumahnya. Tempat tinggal dengan kondisi yang jorok dan kotor hingga banyak tikus dan kecoa bisa jadi membuat penghuninya mudah jadi korban santet.
"Kalau rumah ada tikus dan kecoa pasti ada yang ngundang. Caranya bukan disemprotin serangga. Kalau disemprot memang iya mati, tapi kalau masih ada sampahnya akan datang lagi. Kalau mau, bersihkan sampai titik kecoa dan tikus gak mau datang lagi. Caranya kita yakin sama Allah, ibadah sama Allah, ibadah dijaga," nasihat Koh Dennis.
Dia mengaku pernah dapat cerita dari seorang dukun yang telah taubat. Dukun itu mengungkap bahwa ada tipe orang yang paling sulit dikenai santet. Yakni, orang dengan keimanan yang sangat kuat.
"Jenis yang paling gak bisa diganggu adalah yang tauhidnya kuat. Benar-benar yakin gak ada yang bisa mencelakakan saya kecuali atas izin Allah. Kalau yang paling gampang ketika dia lagi lemah jiwa, lagi depresi," kata Koh Dennis.
Kerjasama antara manusia dengan jin melakukan santet itu bertujuan untuk merusak aqidah manusia. Koh Dennis mengatakan, sia-sia segala ibadah, sedekah, dan perbuatan baik lainnya bila aqidah seseorang telah rusak.
Baca Juga: Siap Beri Bukti, Icha Annisa Faradila Beberkan Alasan Ngebet Klarifikasi Soal Tudingan Santet
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!