Suara.com - Momen Nirina Zubir adu ulut mulut dengan pengacara mantan ART mendiang ibunda viral di media sosial. Diketahui momen tersebut berlangsung usai sidang kasus gugatan mafia tanah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pulo Gebang, Jakarta Timur pada Selasa (2/4/2024).
Terlihat Nirina yang sedang meladeni wawancara awak media merasa terganggu dengan kehadiran pengacara tersebut yang lewat di belakangnya.
"Lewat bisa lewat sana aja pak mau tampil di kamera banget," ujar Nirina dengan nada sinis. Namun rupanya pengacara yang bernama Daddy Hartadi itu tak terima dengan ucapan Nirina.
Dari sana adu mulut terjadi dan suasana semakin panas. Si pengacara bersama Edrianto suami Riri Khasmita pun saling bersahutan melayangkan argumen dengan suara keras ke Nirina.
Tapi pemain film Get Married itu tak ciut. Dengan emosi yang terkontrol serta suara stabil, ia balik membungkam sang pengacara.
"Bapak bisa suara kenceng saya juga bisa," kata Nirina dengan nada tinggi, sembari melihat tajam si pengacara.
Momen ribut Nirina dengan pengacara Riri Khasmita itu pun viral di media sosial Twitter (X). Tak sedikit yang membela Nirina karena posisinya tidak salah.
Di sisi lain, banyak yang terpukau dengan cara Nirina menghadapi situasi. Netizen pun menilai Nirina menunjukkan kepiawaiannya sebagai seorang aktor.
"Nirina nih pake teknik dasar-dasar keaktoran yang melibatkan: self control, volume & tekanan suara, ekspresi," cuit akun @/rahamnita.
"Modal utama aktor adalah tubuhnya. Aktor yang baik adalah aktor yang punya hubungan baik dengan tubuhnya. She is truly an actor," sambung akun tersebut.
Sebagai informasi, aktris 44 tahun itu hadir sebagai saksi dari gugatan yang dilayangkan Riri Khasmita, mantan ART-nya terhadap Kepala Kantor Wilayah BPN DKI Jakarta, Alen Saputra.
Dalam tuntutannya, Riri Khasmita mengajukan gugatan terhadap Alen Saputra karena telah mengembalikan surat tanah kepada keluarga Nirina yang merupakan ahli waris.
Riri dan Edrianto sendiri sudah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun atas kasus mafia tanah di mana mereka terlibat.
Berita Terkait
-
Latar Belakang Nirina Zubir yang Ribut dengan Pengacara Mafia Tanah, Ternyata Anak Pejabat
-
Siapa Ayah Nirina Zubir? Ternyata Bukan Sosok Sembarangan, Punya Jabatan Mentereng
-
Komentari Keributan Nirina Zubir dengan Pengacara Lawan, Pendapat Maia Estianty Bikin Salfok
-
Dinilai Sabar Debat Dengan Pengacara Mantan PRT, Ternyata Pendidikan Nirina Zubir Tidak Sembarangan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Kategori Usaha yang Tidak Didata di Sensus Ekonomi 2026, Apa Saja?
-
7 Sepatu New Balance yang Mengandung Kulit Babi, Cek Rinciannya Sebelum Membeli
-
Mengenal Beda Serum dan Ampoule, Tampak Sama tapi Fungsi Berbeda
-
Cara Mengisi Kuesioner Online Sensus Ekonomi 2026, Lengkap dengan Data yang Ditanyakan
-
2 Kulkas yang Tetap Dingin Saat Mati Listrik, Solusi Aman untuk ASIP hingga Usaha Frozen Food
-
Ciri-Ciri Petugas Sensus Ekonomi 2026 yang Asli, Wajib Tahu Sebelum Memberikan Data
-
Ditangkap Lagi, Ini Kontroversi 'VVIP' Richard Muljadi yang Sempat Joging Dikawal POM TNI
-
Siapa Sasaran Sensus Ekonomi 2026? Ini Daftar Lapangan Usaha yang Didata
-
Sensus Ekonomi 2026 untuk Apa? Ini Alasan Pemerintah Mendata Semua Jenis Usaha
-
Menghidupkan Kembali Taman Kota: Upaya Ayo ke Taman Ubah Cara Warga Memanfaatkan Ruang Publik