Suara.com - Ada dua sosok yang tak terduga kedatangannya di sidang sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta pada Jumat (5/4/2024).
Kedua sosok tersebut tak lain adalah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini (Risma) yang masing-masing memenuhi panggilan oleh MK.
Kehadiran kedua menteri Presiden Joko Widodo alias Jokowi tersebut menandakan bahwa masalah sengketa Pilpres 2024 menjadi tambah panas lantaran merambah ke berbagai aspek yang oleh kedua menteri tersebut atasi.
Baik Sri Mulyani dan Risma hadir di sidang tersebut kompak membahas soal bantuan sosial atau Bansos yang juga ikut disorot saat masa menjelang kampanye Pilpres 2024.
Lantas, apa peran Sri Mulyani dan Risma di sidang tersebut? Seperti apa pernyataan yang mereka keluarkan?
Kesaksian Sri Mulyani di Sidang MK: Beberkan penggunaan anggaran Bansos 2024
Sebagai Menkeu, Sri Mulyani turut dicecar soal penggunaan anggaran yang dialokasikan ke Bansos 2024, menjelang masa-masa Pilpres 2024.
Terlebih dahulu, Sri Mulyani membeberkan bahwa realisasi anggaran bansos pada periode Januari-Februari 2024 mencapai Rp12,8 triliun.
"Realisasi subsidi dan belanja lain capai Rp15,3 triliun dan realisasi perlinsos lainnya Rp9,8 triliun," papar sang menteri.
Baca Juga: Alasan Sri Mulyani dan 3 Menteri Jokowi Tak Disumpah Saat Jadi Saksi Sengketa Pilpres 2024
Sri Mulyani lalu dicecar oleh majelis hakim pertanyaan seputar Bansos El Nino.
Adapun sebelumnya, Presiden Jokowi sempat gencar melancarkan bantuan sosial atas dasar untuk mengurangi dampak harga beras yang mahal karena musim kemarau yang panjang atau El Nino.
Usut punya usut, sang Menkeu memaparkan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) El Nino pada tahun anggaran 2024 belum direalisasikan.
"BLT El Nino 2024 belum dieksekusi atau tadi namanya menjadi mitigasi risiko pangan," ungkap Sri Mulyani.
Ketua Majelis Hakim Konstitusi Suhartoyo sontak dibuat terkejut dengan pernyataan Sri Mulyani dan bertanya apakah anggaran Kementerian Sosial untuk BLT El Nino bakal ditambah.
Sang Menkeu tak menepis kemungkinan bahwa anggaran itu bisa saja ditambah, tetapi sang Mensos belum mengeksekusi bantuan tersebut.
Berita Terkait
-
Alasan Sri Mulyani dan 3 Menteri Jokowi Tak Disumpah Saat Jadi Saksi Sengketa Pilpres 2024
-
Sri Mulyani Bela Jokowi, Bantah Kebijakan Automatic Adjustment Demi Penuhi Anggaran Bansos
-
Tak Pernah Ikut Jokowi Bagi-bagi Bansos, Ini Penjelasan Mensos Risma di Sidang Sengketa Pilpres
-
Jadi Tanda Tanya, Sri Mulyani Beberkan Asal Usul Anggaran Kunker Jokowi Di Masa Kampanye Pemilu
-
Sri Mulyani Blak-blakan Penggunaan Anggaran Bansos Jelang Pilpres, Ada Yang Tak Beres?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9
-
Review Unerd Beat Tempo, Sepatu Lari Rp500 Ribuan Cocok Buat Interval dan Tempo Run