Indah G akhirnya harus menahan rasa malu usai komentar tentang isu Palestina yang ia sangkut pautkan dengan Papua berakhir salah alamat.
Ia akhirnya sadar bahwa pemerintah sudah mengalokasikan dana bantuan ke masyarakat di Papua.
“Guys gue melakukan kesalahan besar. Pertama, Pemerintah Indonesia ternyata ada menyalurkan banyak dana ke Papua dan bantuan darurat juga,” ujar Indah G di video klarifikasinya.
Kaitkan Pilpres dengan isu agama: Bawa-bawa mayoritas vs minoritas
Lagi-lagi, Indah G melontarkan pernyataan yang membuat publik berdebat panas.
Kala itu, Indah G cemas terhadap pilihannya di Pilpres 2024.
Ia bingung memilih antara pasangan calon 01 atau 03. Namun, ia dibuat ragu lantaran ia adalah seorang minoritas dan mengkhawatirkan pilihannya akan berdampak besar.
"For those still contemplating voting 01, ayo kita semua bahas ini sama2 secara konstruktif dan sipil — karena aku sebagai double minoritas (etnis & agama) jujur saja, ini kekhawatiranku #1, election’s in 5 days and i’m back to being indecisive between 1 & 3 all over again," kata Indah G.
Sebut Indonesia pelihara budaya malas
Baca Juga: Biodata dan Agama Indah G yang Kritik Hafalan Al Quran saat Diskusi Bareng Cinta Laura
Siniar Indah dengan Cinta Laura ternyata tak mulu soal hafalan Al Quran dan kosakata bahasa Indonesia.
Ia juga melontarkan bahwa masyarakat Indonesia pelihara budaya malas.
Pernyataan tersebut juga terkait dengan pandangannya soal miskinnya kosakata dalam bahasa Indonesia.
"Kita punya kepraktisan budaya, kayak gimana caranya gue menyampaikan sesuatu dengan cepat dan mudah, jadi malas," celetuk Indah G.
Bilang bahasa Indonesia miskin kosakata
Percakapannya dengan Cinta Laura makin menjadi-jadi ketika ia membahas soal permasalahan yang ia amati dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Bagi Indah, bahasa Indonesia sangat miskin dengan kosakata.
Ia juga membandingkan bahasa Indonesia dengan bahasa lain seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab yang baginya memiliki perbendaharaan kata yang lebih kaya.
"Jadi memastikan kayak lu menangkap keseluruhan detailnya, tapi kalau pakai bahasa Indonesia, lu cuma cerita sedikit doang. Bahasa Indonesia itu sebenarnya bahasa yang miskin kosakata dan ini benar banget, terutama kalau dibandingkan dengan bahasa Arab atau bahasa Inggris,” lanjut Indah G.
Kritik hafalan Al Quran
Tak berhenti di kosakata, Indah G juga mengkritisi soal pendidikan di Tanah Air.
Ia dibuat miris lantaran di Indonesia, metode hafalan seperti hafalan Al Quran terus digalakkan namun anak-anak menjadi tak meresapi makna nilai-nilai luhur yang disampaikan melalui ayat-ayat suci.
"Di sekolah negeri mereka ada pelajaran agama kan? Kalian harus menghafal ayat-ayat Al Quran, kata demi kata, maka dari itu OMG ini bakal terdengar kurang ajar, jadi mereka lebih bisa diatur-atur tapi mereka gak tau cara berperilaku demi kebaikan diri mereka ," kritik Indah G.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
-
Biodata dan Agama Indah G yang Kritik Hafalan Al Quran saat Diskusi Bareng Cinta Laura
-
Deretan Kontroversi Konten Kreator Indah G, Sebut Indonesia Miskin Kosakata Hingga Cibir Galang Donasi Palestina
-
Pendidikan Indah G, YouTuber yang Disorot Usai Sebut Bahasa Indonesia Miskin Kosakata
-
Ikut Disenggol, Anies Baswedan Nimbrung Polemik Indah G tentang Bahasa Indonesia
-
Ngobrol dengan Cinta Laura, Indah G Sebut Bahasa Indonesia Miskin Kosakata dan Budaya Malas
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS