Suara.com - Sejak menjadi seorang ibu, gaya parenting Nikita Willy sering jadi sorotan. Istri pengusaha Indra Priawan itu sering dapat pujian publik karena perilaku sabarnya dalam mengasuh sang anak, baby Issa. Meski begitu, Nikita Willy juga nyatanya kerap alami permasalahan umum yang dialami ibu-ibu, yakni ketika anak tidak mau makan atau melakukan gerakan tutup mulut (GTM).
Pada postingannya di Instagram story, Nikita Willy mengungkapkan pandangannya kalau GTM memang jadi persoalan setiao anak.
"Setiap anak pasti pernah tidak mau makan, dan pasti ada penyebab nya ... (ngantuk, masih kenyang karena snack/susu, sedang sakit/tumbuh gigi, popok penuh, dll)," ungkap Nikita Willy, dikutip Rabu (24/4/2024).
Namun demikian, pemain sinetron Putri yang Ditukar itu enggan menyebut anak yang tidak mau makan dengan sebutan GTM. Sebab, menurutnya, akan selalu ada alasan anak tiba-tiba tidak napsu makan.
"Yuk jangan cepat memberi label "anak saya GTM" kita ganti dengan, "anak saya sedang tidak mau makan karena....." silahkan ibu cari penyebabnya," ujarnya.
Pada postingannya yang telah lalu, Nikita Willy juga pernah curhat momen saat baby Issa alami GTM. Hal itu terjadi lantaran Issa saat itu sedang sakit sariawan sehingga tidak napsu makan. Karena baru pertama kali mengalami kejadian tersebut pada anaknya Nikita Willy sempat stres akibat baby Issa sulit makan selama satu minggu.
Meski begitu, kejadian itu rupanya membuat Nikita Willy jadi belajar hal baru tentang cara memahami tanda-tanda anak kesulitan meskipun belum bisa bicara dengan jelas. Artis 29 tahun itu bercerita kalau baby Issa alami sariawan sampai ada dua luka di mulutnya.
"Hari ke 3 jadi lebih parah gamau masuk apa pun, jadinya aku bawa ke dokter karena biasanya walaupun tumbuh gigi tetep mau makan dan minum. Ternyata pas dicek di dalam mulutnya ada 2 sariawan," curhat Nikita Willy lewat Instagram story pribadinya pada Juli 2023 lalu.
Dokter pun menyarankan Nikita Willy untuk memberi makanan dan minum dengan suhu dingin. Tidak terlalu masalah bila anak masih enggan makan, tapi terpenting bisa diberi susu. Asupan minum baby Issa juga harus cukup agar tidak dehidrasi.
Pada akhirnya, Nikita Willy tetap menyediakan makanan untuk anaknya sesuai dengan jam makan baby Issa. Ia memilih makanan bertekstur lembut dan dingin. Bahkan susu dan air mineral untuk Issa juga diberi es agar mau diminum.
Dari pengalaman Issa alami sariawan itu, Nikita Willy pun belajar kalau kondisi GTM sebenarnya cara bayi menyampaikan ketidaknyamanan dirinya kepada orang tuanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan