Suara.com - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan tak henti menjadi buah bibir dalam beberapa waktu belakangan. Yang terbaru, Bea Cukai habis dirujak warganet di lini masa X setelah content creator Medy Renaldy mengungkap kekesalannya.
Medy terpaksa terlambat mengulas mainan Transformers terbaru dari Robosen karena barangnya tertahan di Bea Cukai. Setelah proses yang panjang, akhirnya mainan eksklusif itu sampai ke tangan Medy dengan sejumlah cacat.
“Halo, warga X. Terima kasih yang sudah meramaikan kemarin. Sedikit banyaknya, itu sangat membantu saya mendapatkan paket Megatron saya. Tapi, isinya bikin saya lumayan sedih, kok bisa sampai penyok & sobek seperti ini?” keluh Medy tak sampai 24 jam setelah memviralkan keterlambatan paket akibat Bea Cukai di X, dikutip pada Minggu (28/4/2024).
Selain kasus Medy, Bea Cukai menjadi omongan banyak pihak karena beberapa kasus viral belakangan ini. Misalnya saja terkait impor sepatu dengan nilai bea masuk sampai sebesar tiga kali lipat harga barang.
“Gue kan baru beli sepatu, harganya Rp10,3 juta, shipping Rp1,2 juta, total Rp11,5 juta. Kalian tahu bea masuknya berapa? Nih, Rp31,8 juta. Itu perhitungan dari mana?” keluh akun TikTok @radhikaalthaf yang diviralkan kembali oleh akun X @partaisocmed.
Tak lama setelahnya, lini masa X juga membara akibat viralnya kisah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang barang-barang penunjang akademiknya tertahan di Bea Cukai sejak tahun 2022.
“SLB di Jakarta dapat bantuan alat bantu tunanetra dari Korea. Ketahan di Bea Cukai. Diminta bayar 100 jutaan karena ditaksir harga barangnya 300 jutaan. Diminta nunjukin dokumen pembelian, brosur, dll tapi ini barang hibah dan prototype. Akhirnya ketahan di Pabean dari 2022,” cuit akun X @intinyadeh merangkum kehebohan yang terjadi.
Klarifikasi Sri Mulyani
Kasus-kasus ini membuat Bea Cukai ramai diamuk massa, hingga berujung dengan klarifikasi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lewat akun Instagram-nya, Sri Mulyani menjelaskan duduk perkara dari kejadian viral tersebut.
Baca Juga: Viral Anak Aniaya Ibu hingga Babak Belur gegara Tak Dibelikan Motor RX King
“Pengiriman sepatu dan pengiriman action figure (Robotic) – dua kasus ini mirip yaitu terdapat keluhan mengenai pengenaan Bea Masuk dan Pajak. Dalam dua kasus ini ditemukan indikasi bahwa harga yang diberitahukan oleh Perusahaan Jasa Titipan (PJT) lebih rendah dari yang sebenarnya (under invoicing),” terang Sri Mulyani.
“Oleh sebab itu, petugas BC mengoreksi untuk keperluan penghitungan bea masuk dan pajaknya. Namun masalah ini sudah selesai karena Bea Masuk dan Pajaknya telah dilakukan pembayaran, sehingga barangnya pun sudah diterima oleh penerima barang,” sambungnya.
Sri Mulyani lalu ganti menyoroti kasus barang SLB yang tertahan sejak tahun 2022. Menurutnya barang tertahan selama hampir 2 tahun karena dari pihak bersangkutan tidak melanjutkan proses pengurusan, sehingga ditetapkan sebagai Barang Tidak Dikuasai (BTD).
“Belakangan (di medsos Twitter / X) baru diketahui barang kiriman tersebut merupakan barang hibah, sehingga BC akan membantu dengan mekanisme fasilitas pembebasan fiskal atas nama dinas pendidikan terkait,” tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengaku telah memberikan arahan yang jelas kepada Bea Cukai, baik untuk memperbaiki layanan maupun mengedukasi masyarakat tentang regulasi yang berlaku. Sri Mulyani juga meminta supaya Bea Cukai bekerja sama dengan stakeholders terkait sehingga penanganan masalah dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Namun klarifikasi ini terpantau dipenuhi dengan cibiran. Warganet mendesak mantan pejabat Bank Dunia itu untuk lebih mengedukasi staf Bea Cukai, di samping juga mengkritik kebijakan impor Indonesia yang tergolong memberatkan dengan pajak dan sanksi administrasi yang besar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Urutan Pemakaian Serum, Essence, dan Moisturizer yang Benar Saat Skincare-an
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab