Suara.com - Setelah suami Sandra Dewi Harvey Moeis telah ditetapkan tersangka, kini KPK menetapkan pemilik Sriwijaya Air sebagai tersangka. Simak selengkapnya profil pemilik Sriwijaya Air yang jadi tersangka korupsi timah tersebut.
Pemilik Sriwijaya Air bernama Hendry Lie. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi tata niaga komoditi timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT. Timah Tbk (TINS) pada 2015-2022. Hendry Lie bersama adiknya Fendy Lie menjadi dua di antara lima tersangka baru yang sudah ditetapkan oleh Kejagung.
Profil Pemilik Sriwijaya Air, Hendry Lie
Hendry Lie tercatat sebagai komisaris Sriwijaya Air bersama Chandra Lie. Keduanya juga merupakan pendiri Sriwijaya Air di tahun 2002. Perjalanan bisnis perusahaan ini mencatat reputasi yang cukup bagus.
Sriwijaya Air menjadi moda transportasi penerbangan komersil pertama kalinya pada 10 November 2004. Waktu itu, mereka memiliki satu armada yakni Boeing 737-200. Kesuksesan membuat Sriwijaya Air memiliki 15 armada dengan masing-masing bertipe Boeing. Empat tahun kemudian setelah berdiri, di tahun 2007, mendapatkan penghargaan Boeing International Award for Safety and Maintenance of Aircraft. Di tahun 2013, Sriwijaya Air mendirikan maskapai pengumpan bernama Nam Air di tahun 2013.
Akan tetapi, di tahun 2019, tersiar kabar bahwa Sriwijaya Air mengalami masalah keuangan. Mereka sebelumnya menjalin kerjasama dengan Garuda Indonesia, tetapi berpisah. Masalah tersebut menyebabkan kerugian besar dan Sriwijaya Air juga menanggung utang besar.
Sebelum mendirikan Sriwijaya Air bersama saudara-saudaranya, ia berkecimpung di usaha garmen. Pemilik nama lengkap Hendry Lie Johannes Bunjamin ini merintis Sriwijaya Air tidak hanya bersama keluarga saja, tetapi juga dengan beberapa tenaga ahli seperti Suwarsono, Gabriella, Kapten Harwick L, Kapten Adil W, Kapten Kusnadi, Supardi, dan Joko Widodo.
Perannya dalam Kasus Korupsi Timah
Peran Hendry Lie dalam kasus korupsi timah PT. TINS adalah diduga ia berperan sebagai beenficiary owner, melakukan pengkondisian pembiayaan kerja sama penyewaan alat peleburan timah. Aktifitas tersebut diduga hanya kedok aktifitas ilegal pengambilan timah.
Pada 29 Februari 2024 lalu, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Hendry sempat dipanggil sebagai saksi. Akan tetapi, Hendry tidak menghadiri pemanggilan tersebut dengan alasan memiliki masalah kesehatan.
Skandal korupsi Timah ini sendiri diperkirakan telah menelan kerugian sebesar Rp271 triliun. Sejauh ini, penyidik telah menetapkan sebanyak 16 tersangka kasus korupsi tata niaga komoditas timah ini. Berikut daftar tersangka tersebut:
Baca Juga: Punya Perjanjian Pisah Harta, Aset Sandra Dewi Bisa Disita Bila Terbukti Lakukan Hal Ini
1. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT), selaku Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk 2016-2021
2. Emil Ermindra (EE) selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk 2018
3. Alwin Albar (ALW) selaku direktur operasional PT Timah Tbk.
4. Suwito Gunawan (SG) Komisaris PT Stanindo Inti Perkasa
5. MB Gunawan (MBG) selaku Direktur PT Stanindo Inti Perkasa
6. Hasan Tjhie (HT) selaku Dirut CV Venus Inti Perkasa (VIP)
7. Kwang Yung alias Buyung (BY) selaku mantan komisaris CV VIP.
8. Robert Indarto (RI) sebagai direktur utama (Dirut) PT SBS
9. Tamron alias Aon (TN) sebagai pemilik manfaat atau benefit official ownership CV VIP
10. Achmad Albani (AA) selaku manager operational CV VIP.
11. Suparta (SP) selaku Dirut PT Refined Bangka Tin (RBT)
12. Reza Andriansyah (RA) selaku Direktur Pengembangan PT RBT.
13. Rosalina (RL) selaku General Manager PT Tinindo Inter Nusa (TIN).
14. Swasta Toni Tamsil
15. Helena Lim, Manager Marketing PT Quantum Skyline Exchange (QSE)
16. Harvey Moeis, perwakilan PT RBT.
Demikian profil pemilik Sriwijaya Air yang jadi tersangka korupsi timah.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan