Suara.com - Sejumlah merek air minum dalam kemasan (AMDK) diduga mengandung kadar bromat yang melebihi batas yang ditetapkan. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial dan beberapa pihak yang melakukan uji laboratorium terhadap air minum tersebut.
Terbaru, Profesor Indang Dewata, Guru Besar Ilmu Kimia Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP), menjelaskan bahwa bromat adalah zat yang berbahaya bagi kesehatan manusia jika terkonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.
Kadar bromat yang melebihi ambang batas yang ditetapkan dalam makanan dan minuman menjadi perhatian serius, karena dapat mengganggu metabolisme tubuh dan berpotensi menyebabkan penyakit seperti kanker atau tumor.
"Kalau ada maka kadarnya itu harus lebih kecil dari 0,01 miligram per liter. Nah, kalau di atas itu disebut dengan di atas baku mutu, maka air itu tidak dimanfaatkan dan dipergunakan lagi," terang Indang.
Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Indang berharap agar pemerintah, khususnya Dinas Kesehatan, melakukan peninjauan secara aktif dan pasif terhadap kualitas air minum. Peninjauan aktif dilakukan dengan pemeriksaan secara acak di perusahaan AMDK, sementara peninjauan pasif melibatkan pelaporan dari perusahaan itu sendiri kepada Dinas Kesehatan.
Di negara-negara maju, tidak ada toleransi untuk air minum yang melebihi standar kualitas. Jika air tersebut melampaui batas yang ditetapkan, izin perusahaan dapat dicabut dan air tersebut tidak boleh diperdagangkan.
"Jadi di atas baku mutu itu sebenarnya maksudnya adalah air itu sudah berada di atas toleransi dibolehkan. Kalau sudah di atas baku mutu konsentrasinya, maka itu akan menimbulkan penyakit kronik bisa menyebabkan penyakit akut,", paparnya.
Lebih lanjut, Prof. Indang menyarankan agar pemerintah memberlakukan sistem reward dan punishing. Perusahaan yang secara konsisten menjaga kualitas produksinya layak mendapatkan penghargaan, sementara pelanggaran harus diberi sanksi yang tegas, seperti pencabutan izin. Hal ini penting karena air adalah sumber kehidupan, dan konsumen harus dipastikan mendapatkan air yang sehat.
Partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam menangani masalah ini, dengan meningkatkan kesadaran akan kualitas air minum dan mengawasi produsen yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga: Demi Ketersediaan Bahan Pokok saat Lebaran, Pelarangan Operasi Truk Air Minum Diminta Ditinjau Lagi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai
-
5 Kesalahan Hair Care yang Bisa Merusak Rambut, Masih Sering Dilakukan
-
Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh
-
Doa Hari Pertama Masuk Sekolah, Amalkan agar Diberi Kelancaran dan Kemudahan
-
Harga Rp9 Ribuan, Apakah Liquid Foundation Viva Tahan Lama? Cek Review Pengguna
-
2 Pilihan Sunscreen Sariayu, Lengkap dengan Review Jujur Pembeli dan Harganya
-
Wardah Lite Skin Filter Cushion untuk Kulit Apa? Simak Klaim dan Review Penggunanya
-
Tips Memilih Sepatu Sekolah yang Tahan Lama dan Gak Gampang Rusak