Suara.com - Rangkaian acara pernikahan Rizky Febian dan Mahalini Raharja jelas tak bisa dilepaskan dari kesan mewah. Apalagi resepsinya yang digelar besar-besaran hingga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Iriana Jokowi.
Tak heran jika pelayanan yang diberikan serba premium, termasuk makanan dan minuman yang disajikan. Bahkan food vlogger dengan akun TikTok @lopalopatha sudah mengulas makanan apa saja yang dicicipinya di pernikahan pasangan penyanyi itu.
Menu pertama yang langsung diulas adalah steak. Ya, bukan daging rendang yang awam dijumpai di pernikahan lain, Rizky dan Mahalini menyediakan steak yang disajikan bersama rebusan kacang polong serta mashed potato.
“Karena aku bisa nyobain steak yang super lembut bersama mashed potato-nya ini enak banget, langsung bess (meleleh) di mulut,” ucapnya, seperti dikutip pada Sabtu (11/5/2024).
Lalu makanan kedua yang dijajal adalah spring rolls dan pangsit goreng. Meski menu ini tergolong lazim ditemui, tetapi menurutnya kualitas yang disajikan begitu segar dan tak boleh dipandang sebelah mata.
“Spot-spot makanan di pernikahan Mahalini ini banyak banget,” ujarnya yang kemudian berpindah ke daerah makanan manis. Terlihat aneka kudapan mulai dari kue, puding, sampai agar-agar buah semua tampak menggugah selera.
“Ini bener-bener surga makanan manis. Nah ini aku cobain puding coklat yang menurut aku adalah puding coklat terenak yang pernah aku cobain,” pujinya.
Minuman yang sempat diulas hanyalah lemon tea, tetapi rasanya yang menyegarkan diakui bisa memberinya semangat untuk mengantre selama sekitar 3 jam demi bisa bersalaman dengan pengantin.
Kocaknya, lantaran begitu lama mengantre, pemilik akun sempat mencicipi semangkuk bakso lengkap dengan bihun dan pangsit goreng. Lalu setelah bersalaman, masih ada makanan lain yang dijajal yakni nasi dengan mi goreng, daging kecap, cah brokoli, serta olahan ayam goreng.
Baca Juga: Momen Ameena Anak Aurel Hermansyah Jadi Pembeda di Pernikahan Rizky Febian dan Mahalini
Pengalaman ini pun mendapat respons dari banyak warganet, meski lucunya, banyak yang malah mempertanyakan keberadaan makanan lain yang dinilai lebih merakyat.
“Ga ada balado kentang yang kentangnya kering banget sampe seret?” tanya warganet. “Gak ada rendang kah? Sate gitu, sop kambing, kerupuk, mie bihun,” ujar warganet lain.
“Gusti Allah ini mah bukan prasmanan, udah kek makan di restaurant,” tulis warganet dengan takjub. “Ga ada semur jengki?” timpal yang lainnya, merujuk pada olahan jengkol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
7 Moisturizer untuk Bantu Atasi Bopeng di Wajah Mulai Rp30 Ribuan
-
5 Skincare Mengandung Lendir Siput, Efektif Atasi Bopeng di Wajah
-
4 Serum Lokal untuk Atasi Kulit Kendur, Wajah Jadi Lebih Muda
-
Apakah Boleh Memakai Lipstik di Pipi? Ini 4 Rekomendasi Produk yang Aman dan Multifungsi
-
Megah! Mal Ini Disulap Jadi Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026, Intip Dekorasi Cantiknya
-
7 Bedak Paling Laris di Shopee, Cocok untuk Tutupi Flek Hitam dan Kerutan
-
Apakah Boleh Bayar Utang Puasa Ramadan setelah Nisfu Syaban? Simak Penjelasannya
-
Terpopuler: Teka-teki Ayah Ressa Anak Denada hingga Lipstik untuk Usia 60 Tahun
-
7 Rekomendasi Produk Skincare Yang Bantu Atasi Bopeng di Wajah
-
Membangun Kebiasaan Hidup Sehat Sejak Dini Lewat Peran Guru dan Komunitas Sekolah