Suara.com - Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) menghadapi kesulitan untuk menjual mobil sitaan Rubicon Wrangler milik terpidana Mario Dandy Satriyo.
Setelah beberapa kali dilelang, mobil mewah tersebut tak kunjung laku, memaksa Kejari Jaksel menurunkan harga lelang secara signifikan.
"Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta IV akan mengadakan pelelangan atas barang rampasan Negara berdasarkan Putusan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan Surat Keputusan Ijin Lelang dari Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Hari Senin 20 Mei 2024," demikian dikutip dari Instagram Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, pada Senin (13/5/2024).
Rubicon Wrangler tersebut awalnya dilelang dengan harga pembukaan Rp 809 juta. Namun, meskipun telah dilakukan beberapa kali lelang, belum ada pembeli yang tertarik untuk membelinya.
Akibatnya, harga lelang kini diturunkan Rp 100 juta menjadi Rp 700 juta. Uang jaminan yang harus disetorkan oleh peserta lelang juga ditetapkan sebesar Rp 210 juta.
Baca juga:
Sama-sama Punya Anak Pelaku Bully, Sikap Vincent Rompies dan Rafael Alun Berbeda Jauh
Rafael Alun Bertemu Mario Dandy di Persidangan, Peluk dan Elus-elus Putranya: Ngak Usah Takut
Lelang ulang ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 20 Mei 2024, melalui situs resmi https://www.portal.lelang.go.id dan https://www.lelang.go.id.
Namun, perlu dicatat bahwa mobil tersebut dijual tanpa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), yang mungkin menjadi salah satu faktor mengapa mobil tersebut sulit terjual.
Dengan penurunan harga ini, Kejari Jaksel berharap mobil Rubicon Wrangler milik Mario Dandy Satriyo dapat segera laku terjual dan memberikan pemasukan yang berarti bagi negara.
Untuk diketahui, mobil Rubicon Wrangler milik Mario Dandy Satriyo dilelang karena merupakan barang sitaan yang telah menjadi rampasan negara.
Mario Dandy Satriyo adalah terpidana kasus penganiayaan berat terhadap David Ozora sekitar awal tahun 2023.
Mario Dandy, yang merupakan anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak, tindakan brutalnya menyebabkan korban mengalami luka serius.
Berita Terkait
-
Mobil Terlarang Bekas Mario Dandy Tak Laku-laku, Kini Kena Diskon Setara Toyota Avanza Bekas
-
Vespa Babe Cabita Terjual Rp212 Juta Lewat Lelang, Uangnya Dipakai untuk Masjid dan Pesantren
-
Harga Lelang Terbaru Jeep Rubicon Milik Mario Dandy, Minat?
-
Nggak Laku-laku, Kejari Jaksel Turunkan Harga Lelang Rubicon Mario Dandy, Segini Harganya
-
Puluhan Motor Gede Royal Enfield Dilelang Murah, Mulai Rp 30 Jutaan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas
-
Rambah Hutan Lindung di Batam, PT GTP Jadi Tersangka Korporasi
-
Truk LPG Hantam 11 Kendaraan di Kota Bandung, Pesepeda Wanita Meninggal Dunia
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus