Suara.com - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan kembali melelang mobil Jeep Rubicon milik Mario Dandy. Sebelumnya, mobil sitaan itu sempat dilelang, hanya saja tak ada yang minat meminang alias nggak laku.
Seperti dilansir dari lelang.go.id, Senin (13/5/2024), mobil berwarna hitam ini turun harga dari limit Rp 800 juta menjadi Rp 700 juta saja.
Untuk Anda yang ingin meminang mobil Jeep keluaran 2013 bisa mengajukan penawaran hingga 20 Mei 2024 pukul 10.00 WIB.
Adapun, peserta lelang juga harus menyetorkan uang jaminan paling lama 19 Mei 2024 untuk mengikuti kegiatan lelang tersebut.
Uang hasil lelang itu akan digunakan untuk membayar kewajiban restitusi Mario Dandy terhadap David Ozora yang totalnya sebesar Rp 25.140.161.900.
Nggak Laku Dilelang
Kepala Kejaksaann Negeri Jakarta Selatan, Haryoko Ari Prabowo menyebut, banyak faktor yang membuat orang malas menawar mobil tersebut.
Misalnya, karena harga lelang Rubicon tersebut terlalu tinggi. Selain itu, diduga mobil tersebut viral, sehingga tak ada pihak yang ingin menawar.
Adapun, Mobil berwarna hitam itu dilelang dengan harga limit Rp 89 juta sejak 19 April hingga 26 April. Daro rentang waktu tersebut, baru satu orang yang membayar uang jaminan sebesar Rp 242 juta.
Baca Juga: Pantesan Nggak Laku, Begini Riwayat Kelam Mobil Rubicon Mario Dandy, Barang Haram?
"Ya kita akui bahwa ini kan mobil mungkin orang melihat secara keekonomian bagi orang yang mungkin suka mobil mungkin tidak terlalu bermasalah dengan harga. Cuman ini mobil kita tawarkan dengan harga Rp 800 juta sekian, ya kemungkinan harga itu ketinggian," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/4/2024).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi