Suara.com - Sosok generasi ke-2 Keluarga Hartono, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, membuat publik penasaran karena mampu membawa perusahaan warisan ayahnya hingga menjadi sebuah konglomerasi yang membuatnya mendapat predikat sebagai keluarga paling kaya di Indonesia.
Keluarga Hartono menjadi sorotan usai baru-baru ini klub sepak bola Italia Como FC miliknya berhasil masuk ke kasta teratas Liga Italia.
Como FC sendiri sudah diakuisisi Keluarga Hartono sejak 2019 silam. Klub sepak bola itu kini berhasil masuk ke Serie A, setelah menduduki posisi kedua klasemen akhir Serie B Italia musim 2023/2024.
Kesuksesan keluarga Hartono ini tidak lepas dari peran dua putra Oei Wie Gwan, pengusaha yang sukses mendirikan Djarum pada 21 April 1951. Kakak beradik Bambang dan Budi dianggap sukses meneruskan bisnis keluarga hingga mengakuisisi beberapa perusahaan ternama dunia, termasuk menguasai saham perbankan Bank Central Asia (BCA).
Berikut ini riwayat pendidikan kakak beradik Michael Bambang Hartono vs pendidikan Robert Budi Hartono.
Pendidikan Michael Bambang Hartono
Bambang merupakan anak pertama dari Oei Wie Gwan yang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada tanggal 2 Oktober 1939 silam.
Bambang Hartono berhasil lulus dari pendidikan SMA pada 1960. Sayang, sebagai anak lelaki pertama, Bambang tidak diperbolehkan oleh sang ayah untuk berkuliah selain di Universitas Diponegoro (Undip). Akhirnya, ia kuliah menempuh jurusan Ekonomi.
Sayangnya, pendidikan di jenjang perguruan tinggi ini tidak dilanjutkan sampai selesai. Hal ini karena sebagai anak pertama, Bambang harus meneruskan usaha pabrik ayahnya yang tutup usia.
Pendidikan Robert Budi Hartono
Anak kedua Oei Wie Gwan ini hanya berselisih usia 2 tahun dari kakaknya. Budi Hartono lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 28 April 1941.
Sama seperti sang kakak, Budi Hartono dikabarkan pernah menempuh pendidikan kuliah di Universitas Diponegoro Semarang (Undip).
Fakta menarik lainnya yang tak diketahui banyak orang, ayah dari Hartono bersaudara ini ternyata memiliki andil dalam pembangunan Undip. Itulah sebabnya tak heran mengapa Oei Wie Gwan melarang kedua anak lelakinya menempuh pendidikan tinggi di luar universitas ini.
Berbeda dari kakaknya yang pilih putus kuliah demi mengurus bisnis ayahnya, Budi Hartono ternyata berhasil lulus sebagai Sarjana Ekonomi di Undip.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut