Suara.com - Konglomerat keluarga Hartono memang kerap jadi sorotan publik. Tak hanya lantaran harta kekayaannya yang melimpah, tetapi juga kepiawaian keluarga tersebut dalam membangun raksasa bisnisnya hingga bisa menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, bahkan Asia.
Baru-baru ini, salah satu lini bisnis di bidang olahraga milik keluarga Hartono yang jadi perbincangan, yaitu klub sepak bola Liga Italia Como FC. Hal itu karena klub tersebut berhasil bangkit dari kondisi terpuruk pasca diakuisisi oleh keluarga Hartono pada 2019 silam. Como FC sebelumnya berada di serie D Liga Italia, kini berhasil mencapai masuk ke serie A atau liga utama.
Berkat prestasi yang diraih kub tersebut, keluarga Hartono secara khusus mendapat ucapan terima kasih dari para pendukung Como FC dalam bahasa Italia.
Dalam sebuah potret yang beredar di media sosial, para pendukung yang kompak mengenakan baju biru membawa spanduk yang bertuliskan 'Grazie Hartono' atau 'Terimakasih Hartono'.
Keluarga Hartono memang dikenal sebagai konglomerat yang memiliki bisnis besar, dua di antaranya PT Djarum dan juga Bank Central Asia (BCA) sebagai pemegang mayoritas saham BBCA. Kesuksesan keluarga Hartono dalam menjalin bisnis bahkan telah terjalin hingga tiga generasi. Berikut adalah daftar tiga generasi keluarga Hartono.
1. Oei Wie Gwan
Perusahaan rokok PT Djarum pertama kali dibuat oleh Oei Wie Gwan yang juga ayah kandung dari Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Ia membangun bisnis rokok kretek tersebut di Kudus, Jawa Tengah pada tahun 1950-an. Awalnya, bisnis rokok kretek itu diberi nama Djarum Gramophon dan hanya mempekerjakan 10 pegawai. Selama puluhan tahun, pabrik tersebut terus berkembang pesat hingga berganti nama menjadi PT Djarum.
2. Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono
Oei Wie Gwan meninggal pada tahun 1963. Ketika itu, kedua anaknya Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono baru berusia 24 dan 23 tahun. Alhasil dua bersaudara itu langsung mengambil alih bisnis rokok ayah mereka. Di tahun yang sama ketika Oei Wie Gwan meinggal, pabrik Djarum sempat terbakar sehingga menyebabkan masalah keuangan terhadap perusahaan.
Baca Juga: Harta Tembus Rp 1.000 Triliun, Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya ke-27 Dunia
Berkat kerja sama kakak beradik itu, masa berat perusahaan berhasil dilalui. Bahkan era 1970-an, Djarum sukses menjadi salah satu pemasok rokok cengkeh terbesar di dunia. Pada tahun 1972, Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Seiring kesuksesan mereka raih, Hartono bersaudara melirik peluang bisnis lain dengan membeli sebagian saham BCA bersama dengan Grup Lippo saat itu.
Keluarga Hartono membeli saham di BCA, setelah keluarga kaya lainnya, Salim, kehilangan kendali atas bank tersebut selama krisis ekonomi Asia tahun 1997-1998.
Hingga kini, Hartono bersaudara masih menempati deretan atas daftar orang terkaya di Asia. Bahkan pada 2022, Forbes memasukan mereka menjadi peringkat pertama orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan bersama 47,7 miliar dolar AS atau setara Rp761 triliun.
3. Armand Wahyudi Hartono
Armand Wahyudi Hartono merupakan anak dari Robert Budi Hartono. Lantaran orang tuanya masih memiliki saham mayoritas BBCA, Armand Wahyudi Hartono turut mengurus bank tersebut. Ia didapuk menjadi Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Posisi tersebut ia peroleh setelah terpilih dalam RUPS Tahunan 2016 dengan masa jabatan lima tahun, dan keputusan ini mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Juni 2016.
Armand juga lebih dulu meniti karir di BCA sebagai kepala divisi perencanaan wilayah pada 2004 hingga 2006. Sebelum bergabung dengan BCA, Armand lebih dulu bekerja di PT Djarum dengan posisi terakhir sebagai manajerial sejak tahun 1998-2004. Sebelumnya lagi dia bekerja sebagai analis untuk Global Credit Research and Investment Banking di JP Morgan Singapura (1997-1998).
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Libur Iduladha 2026 Berapa Hari? Ini Jadwal Resmi Menurut SKB 3 Menteri
-
Isi Pidato Presiden Prabowo Hari Ini di DPR RI, Bongkar Kebocoran Anggaran Rp14.000 Triliun
-
Bahan Baku Aman Jadi Fokus Baru Industri Kosmetik, Produsen Mulai Tinggalkan Formula Berisiko
-
Mencuci Beras Sebaiknya Berapa Kali sebelum Dimasak? Jangan sampai Nutrisinya Terbuang
-
Ortuseight Luncurkan Sepatu Padel Vector Bandeja, Gabungkan Performa dan Gaya
-
4 Zodiak yang Cocok Jadi Pasangan Taurus, Hubungan Langgeng Tanpa Drama
-
Nomor Rumah Pembawa Hoki Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Rezeki dan Keharmonisan
-
5 Lip Cream Paling Laris di Shopee dan Tahan Lama Sampai 20 Jam
-
Mau Travelling ke Luar Negeri? Ini Cara Kerja Asuransi Perjalanan yang Perlu Kamu Tahu
-
Tips Memilih Lipstik Merah, Ini 5 Rekomendasi Anti Luntur meski Dibawa Makan dan Minum