Suara.com - Permasalahan potongan gaji kurang lebih 2,5 persen untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) hingga kini menuai kontroversi. Pasalnya, adanya iuran Tapera ini seakan memaksa masyarakat untuk membeli rumah dengan pendapatan yang dipotong.
Padahal, tidak semua masyarakat ingin memiliki rumah tetap. Apalagi, saat ini bagi beberapa generasi muda memutuskan untuk tinggal berpindah-pindah alias nomaden. Oleh sebab itu, adanya pemotongan iuran Tapera ini dinilai cukup merugikan.
Terkait alasan generasi muda yang memilih hidup berpindah-pindah ini biasanya berkaitan dengan preferensinya. Psikolog Klinis & Co-Founder Ohana Space, Veronica Adesla, M.Psi. mengatakan, beberapa generasi muda lebih suka hidup berpindah-pindah untuk menghilangkan kejenuhan.
“Hidup berpindah pindah bisa dilihat lebih kepada preferensi orang yang bersangkutan, bisa dipengaruhi oleh dorongan untuk senantiasa mencari perubahan baru agar tidak mengalami kejenuhan ataupun kebosanan,” kata Veronica kepada Suara.com.
Alasan lain adanya keinginan berpindah-pindah dibandingkan menetap di satu rumah yaitu karena semangat sosok tersebut untuk mengeksplorasi. Mereka biasanya memiliki keinginan untuk mencoba mengeksplorasi berbagai hal baru dalam hidupnya. Hal ini membuatnya memilih untuk hidup berpindah-pindah.
“Adanya semangat antusiasme untuk mengeksplorasi hal-hal baru yang dapat memunculkan excitement ataupun pembelajaran pembelajaran baru dalam hidup,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Veronica menambahkan, bagi beberapa orang yang memilih hidup berpindah-pindah juga bisa karena tuntutan pekerjaan. Sebab pekerjaan yang dijalankan itu membuatnya harus berpindah-pindah dibandingkan tinggal menetap di satu rumah.
“Namun bisa juga karena dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan yang membuatnya seringkali ia harus berpindah-pindah sehingga dirasa bukan keputusan yang tepat untuknya menetap tinggal di suatu tempat,” jelas Veronica.
Sebab berbagai hal tersebut, beberapa orang memilih untuk berpindah-pindah rumah. Hal ini juga yang membuat iuran Tapera menjadi kontroversi karena dinilai percuma bagi mereka yang suka berpindah-pindah rumah.
Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut Tapera Pil Pahit, Harta Kekayaan Menparekraf Ini Tembus Rp7,9 Triliun
Terkait iuran Tapera ini merujuk kepada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.
Nantinya pemotongan gaji untuk iuran Tapera dikenakan 2,5 persen dari penghasilan yang didapat. Nantinya pemotongan gaji tersebut akan dikumpulkan seperti menabung untuk kebutuhan rumah di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak